Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelar Bukber Antar Awak Media, Junjung Soliditas dan Revitasilasi Organisasi

Monday, March 16, 2026 | March 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-16T09:22:35Z


PWCR Gelar Bukber, PopularitasNews.com - Revitalisasi Organisasi Tetap Jaga Soliditas Kabupaten Cirebon, Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) menggelar acara buka puasa bersama di Jajana Cafe Dan Resto, Kelurahan Pejambon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan sekaligus ajang mempererat tali silatturahmi di bulan ramadan 1447 H.


Terlihat saat acara berlangsung sangat sederhana namun penuh khidmat tersebut di hadiri ketua organisasi kewartawanan dan puluhan awak media dari media cetak maupun online. "Kami berkumpul dengan kesadaran masing masing untuk manyambung dan mempererat persahabatan antar teman wartawan," ujar Aldo yang juga selaku Koordinator acara tersebut.


Dengan tujuan tersebut, meski dana yang dihimpun secara urunan dri yang hadir tapi tidak mengurangi rasa persatuan satu sama lain dalam acara yang bertemakan silaturrahmi itu. "Tidak ada rencana yang matang intinya kita dapat rejeki untuk bayar makan sendiri sendiri tanpa ada bantuan atau donatur dari pihak lain yang mengikat," ungkap Sana.


Sana menambahkan bahwa dikarenakan kita semua berprofesi sebagai wartawan sehingga sangat tidak mungkin untuk merencanakan hal itu (buka bersama) dengan mencari donatur atau sponsor untuk membiayai acaranya. "Apalagi kami semua tahu dan paham kalau dengan adanya Surat Edaran dari Dewan Pers terkait permintaan menjelang hari raya ini hampir di tiap tahun dilarang keras maka kamipun akan mematuhinya dengan taat," ucapnya lirih.


Ditengah berbagai aturan dan perkembangan kasus hukum mengenai hal permintaan dan lebih halus dengan kata permohonan untuk bantuan menjelang Lebaran di tiap tahun seolah hal itu menjadi sebuah ketakutan yang sebenarnya sudah lazim untuk dilakukan dalam kultur budaya sosial di Indonesia. Namun seiring berkembangnya jaman kemudian hal tersebut menjadi sebuah kasus hukum yang ditindaklanjuti sampai ke hukum pidana.


"Jangankan kita sebagai wartawan, tapi sekarang sudah ada contoh kasus kepala daerah yang juga akhirnya berurusan dengan hukum tersangkut kasus Tunjangan Hari Raya (THR) ini. Makanya kita sudah jangan main main dengan hukum di Indonesia dan saya berharap semua rekan sejawat dapay memakluminya dengan kesadaran penuh sehingga kita dapat berbuat ikhlas menerima apapun rejeki yang ada dengan cara bersyukur," ujar Kohar, salah seorang jurnalis dan pemilik perusahaan media.


Rangkaian acara tersebut sekaligus untuk menentukan sebuah organisasi kewartawanan tingkat wilayah 3 Cirebon sebagai wadah beberapa organisasi wartawan karena terdiri juga dari beberapa ketua organisasi wartawan yang bersifat nasional sehingga lebih mengarah pada kearifan lokal masing masing daerah.


Organisasi yang sudah berdiri beberapa tahun ini menamakann dirinya Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang anggotanya terdiri dari pengurus organisasi wartawan, pemilik media dan lainnya dengan tujuan bahwa paguyuban ini dapat menjadi wadah untuk guyub (rukun) saling membantu satu sama lainnya baik dalam kegiatan jurnalistik maupun dalam hal kekeluargaan sehingga dapat menyatukan hubungan emosional bukan hanya sebagai wartawan tapi sebagai keluarga.


Suasana hangat kekeluargaan terlihat dengan hadirnya para wartawan yang datang bersama keluarganya masing masing sehingga menambah sifat keakrabannya bukan hanya sebagai awak media saja tapi keluarganyapun bisa saling mengenal satu sama lainnya. "Organisasi yang bersifat guyub dan mengutamakan keleuargaan ini sangat baik sekali untuk terus dipelihara dan dipertahankan sebagai salah satu simbol persatuan wartawan khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya," tutur Bambang Eko selaku Dewan Penasehat organisasi ini.


Namun rupanya organisasi ini sudah beberapa bulan ini sejak Ketua Umum Terpilih Tasim, A.Md. Farm meninggal dunia, sehingga masih bersifat status quo yang artinya mempertahankan kondisinya seperti saat ini, sehingga terkesan perlu dibuat sebuah kebijakan untuk dapat melanjutkan keberlangsungannya. "Kami sepakat dalam pertemuan ini dapat menghasilkan sebuah keputusan pasti untuk dapat melanjutkan kepemimpinan dan program yang akan dilakukan kedepan sehingga para anggota dapat lebih memiliki legalitas yang jelas dan pasti," ungkap Diding yang juga wartawan senior.


Terlihat dari beberapa orang yang juga menyampaikan pendapatnya terkait tampuk kepemimpinan di organisasi tersebut (PWCR) sehingga, akhirnya membuat sebuah keputusan demokrasi berupa pemilihan yang bersifat aklamasi sebagai salah satu bentuk penyederhanaan proses kelanjutan kepemimpinan di tubuh organisasi.


Dengan dipandu pengurus, mulai dari suara anggota yang hadir sejumlah 35 orang dan menawarkan untuk pencalonan ketua namun dari puluhan anggota, hanya Bambang Eko Sukoco yang bersedia dan kemudian pemandu acarapun menyatakan kepada anggota secara aklamasi memutuskan nama Bambang Eko Sukoco sebagai calon Ketua Umum dan dinyatakan terpilih secara langsung melalui proses aklamasi.


Ucapan selamat yang datang dari para anggota yang hadirpun memecah suasana hangatnya kekeluargaan dalam acara tersebut. Sehingga dapat dipastikan Bambang Eko Sukoco akan memegang tampuk kepemimpinan Paguyuban Wartawan Cirebon Raya untuk periode ke depan dengan berbagai harapan bagi para anggotanya.


"Selamat Pak Bambang semoga dapat menjalankan kepemimpinan organisasi dengan baik dan memperhatikan anggotanya secara keseluruhan tanpa pandang bulu dan tanpa pilih kasih dan kamipun berdoa agar organisasi ini dapat berkembang pesat dan tentunya akan bermanfaat bagi para anggotanya dan umumnya para semua wartawan," ujar Samroni sekaligus menutup acara tersebut dengan doa bersama. 


 (Supriyanto)

×
Berita Terbaru Update