Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadan Keraton Kesepuhan Gelar Tradisi Drugdag

Friday, February 20, 2026 | February 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T16:10:25Z


 

Kota Cirebon - Tradisi Drugdag kembali digelar oleh Keraton Kesepuhan Cirebon dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan Tradisi Tahunan ini ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol pemberitahuan sekaligus ungkapan kegembiraan umat islam menyongsong bulan penuh berkah dan ampunan Rabu (18/02/2026)


Patih Sepuh Keraton Kesepuhan Cirebon, PR Goemelar Soeryadiningrat, menyampaikan bahwa bulan Ramadan disambut dengan rasa syukur dan suka cita oleh seluruh keluarga besar keraton maupun masyarakat.

"Kita sebagai umat muslim menyambut dengan penuh gembira datangnya bulan suci,bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di keraton kesepuhan ada karakteristik memukul bedug sebagai penanda. Kemaren juga ada masyarakat yang menyambut dengan pawai obor keliling bersama - sama, menandakan kita menyambut dengan sukacita', Ujarnya 


Ia menambahkan selama Ramadan pihak keraton secara rutin menggelar kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur'an dan salat tarawih di langgarAlit hingga akhir bulan puasa. "Alhandulillah setiap puasa kita mengadakan tadarusan atau mengaji setelah salat tarawih di Langgar Alit sampai selesai hingga akhir Ramadan"tambahnya.


Sementara itu, penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa, KH Jumhur, menjelaskan bahwa pemukulan bedug dalam tradisi Drugdag memiliki makna filosofis yang mendalam "pertama pemukulan bedug itu sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa esok hari mulai melaksanakan ibadah puasa mengapa dilakukan saat waktu Ashar?Karena dalam penanggalan Hijrah, pergantian tanggal dimulai sejak terbenamnya matahari.jadi ketika matahari terbenam, itulah masuk tanggal satu Ramadan," jelasnya.


Ia menegaskan bahwa penetapan awal puasa tetap berlandaskan ajaran Rasulullah SAW, yakni dengan melihat hilal. "Kita mengikuti apa yang disampaikan Rasul, berpuasalah ketika melihat hilal dan berhari raya ketika melihatnya. Di Keraton, semuanya berlandaskan Al-Qur'an dan ajaran Rasulullah," ungkapnya.


Lebih lanjut, KH Jumhur memaparkan filosofis irama tabuhan bedug yang terdiri dari tiga bagian. Tabuhan pertama melambangkan kalimat tauhid Laa ilaaha illallah Muhamadur Rasulullah. Tabuhan kedua dimaknai dengan seruan Allah, Allah. Sedangkan tabuhan ketiga mengandung makna tasbih dan ketakwaan, seperti kalimat Subhanallah dan Alhamdulillah.


Tradisi Drugdag tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat identitas spiritual masyarakat Cirebon dalam menyambut Ramadan setiap tahunya.

(Supriyanto)

×
Berita Terbaru Update