JOMBANG, PopularitasNews.com - Suasana Alun-Alun Jombang ramai sejak Kamis (12/2) pagi. Ribuan warga datang untuk ikut meramaikan Grebeg Apem yang digelar Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Tradisi Megengan ini jadi momen khas menjelang Ramadhan.
Aroma apem yang menggoda langsung terasa begitu memasuki area acara. Tapi bukan cuma soal kue tradisional, kegiatan ini juga jadi ajang saling memaafkan dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
Kirab gunungan apem dilepas dari lapangan Pemkab Jombang oleh Sekda Jombang Agus Purnomo bersama jajaran Kepala OPD. Rombongan yang terdiri dari puluhan lembaga pendidikan, grup musik patrol, hingga marching band mengawal 17 tumpeng apem raksasa menuju Alun-Alun.
Angka 17 dipilih sebagai simbol 17 rakaat salat wajib. Total ada 15.750 apem warna-warni yang disusun rapi dan nantinya dibagikan kepada masyarakat. Tradisi rebutan apem pun jadi momen yang paling ditunggu. Meski ramai, suasana tetap tertib dan penuh keceriaan.
Di Alun-Alun, rombongan disambut langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Forkopimda, Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi, serta jajaran Kepala OPD.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi mengajak masyarakat tetap bijak menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa. Menurutnya, perbedaan jangan sampai memecah persaudaraan. Ramadhan harus jadi momen memperkuat toleransi dan kebersamaan.
Menariknya, Grebeg Apem tahun ini juga membawa pesan peduli lingkungan. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di bulan Februari, Bupati meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Pesannya jelas: hati bersih saat Ramadhan, lingkungan juga harus bersih.
Selain doa bersama dan santunan anak yatim, acara ditutup dengan aksi “Sampah Sayang” yang digerakkan Ketua TP PKK bersama siswa dan warga. Mereka memastikan Alun-Alun kembali bersih setelah acara selesai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Bambang Sriyadi, menjelaskan bahwa Megengan digelar lebih awal agar siswa bisa ikut sebelum memasuki masa libur awal Ramadhan. Sekitar 4.000 siswa dari 23 sekolah (SD/MI dan SMP/MTs) turut ambil bagian.
Tahun ini, 15.750 apem disajikan lewat tumpeng raksasa di Alun-Alun, satu mobil pick-up, dan tujuh tumpeng di armada Tossa. Harapannya, tradisi ini bisa terus digelar lebih meriah dan semakin melibatkan masyarakat.
Dengan tradisi yang tetap terjaga, kebersamaan yang kuat, dan kepedulian lingkungan yang terus digaungkan, Jombang menyambut Ramadhan 1447 H dengan semangat positif. (brown)
