Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Transformasi Layanan Bimbingan Konseling di Era Digital, Ratusan Guru di Cirebon Ikuti Pelatihan Bersama PGRI dan Unindra

Saturday, February 7, 2026 | February 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T16:22:27Z


CIREBON – Upaya meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling (BK) di era digital terus diperkuat. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon menggelar pelatihan transformasi layanan BK yang berlangsung di SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan tenaga pendidik mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga SMK di Kota Cirebon. Pelatihan tersebut merupakan kerja sama PGRI Kota Cirebon dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta.

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Siti Farida, S.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi teknologi digital.

“Hari ini saya berkesempatan menghadiri undangan dari PGRI Kota Cirebon untuk sosialisasi dan pelatihan guru BK. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas pendampingan terhadap siswa di tengah perkembangan era digital,” ujar Siti Farida saat diwawancarai awak media di ruang Kepala SMP Negeri 1 Kota Cirebon.

Ia menegaskan, peran guru BK sangat vital dalam membangun karakter, perilaku, serta perkembangan psikologis siswa. Menurutnya, fondasi pendidikan tidak hanya terletak pada akademik, tetapi juga pembinaan mental dan sosial peserta didik.

Pelatihan ini menghadirkan sekitar 10 dosen dari Unindra yang akan mendampingi peserta secara langsung di sejumlah kelas pelatihan. Setiap kelompok peserta akan dibimbing oleh sekitar dua dosen guna memastikan proses pelatihan berjalan efektif dan fokus.

Siti Farida menjelaskan, pemilihan SMP Negeri 1 Kota Cirebon sebagai lokasi kegiatan dilakukan karena kondisi Gedung PGRI Kota Cirebon saat ini belum memungkinkan untuk menampung kegiatan dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 260 orang.

“Pembukaan kegiatan dilakukan secara bersama-sama, namun saat pelatihan berlangsung peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelas agar proses pembelajaran lebih maksimal,” jelasnya.

Materi pelatihan tidak hanya difokuskan kepada guru BK, tetapi juga guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai layanan konseling yang inovatif, adaptif, dan humanis sejak pendidikan usia dini.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum peningkatan kapasitas (upgrading) pengetahuan guru dalam memberikan layanan konseling yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD dan SMP, masing-masing sekolah mengirimkan tiga peserta. Sementara tingkat SMP dan SMA diharapkan memiliki minimal tiga guru BK, menyesuaikan jumlah siswa di sekolah masing-masing.

Menurut standar layanan BK, rasio ideal guru BK adalah satu guru untuk 150 siswa. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang mengalami kekurangan tenaga guru BK.

Menariknya, pelatihan ini diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk komitmen PGRI Kota Cirebon dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini juga melibatkan jejaring perguruan tinggi PGRI yang tersebar di Indonesia, dengan total sekitar 45 universitas, termasuk Unindra Jakarta.

Siti Farida berharap kegiatan ini dapat memberikan penyegaran sekaligus meningkatkan profesionalitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

“Kami yakin guru-guru di Kota Cirebon sudah profesional, namun tetap membutuhkan pembaruan wawasan. Di era digital, siswa sangat mudah memperoleh berbagai informasi, sehingga guru BK harus semakin adaptif, inovatif, dan mampu menyikapi perkembangan zaman,” pungkasnya. 


(Supriyanto)

×
Berita Terbaru Update