Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seni Langka Asal Jombang Ini Hampir Hilang, Kini Bangkit Lebih Kuat!

Wednesday, February 18, 2026 | February 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-18T05:53:13Z


 

JOMBANG, PopularitasNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam melestarikan warisan budaya daerah kembali ditegaskan melalui pementasan rekonstruksi kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Kegiatan yang digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang pada Jumat 6 Februari 2026 lalu itu hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat seni dan masyarakat.


Pementasan tersebut menjadi momentum penting kebangkitan kembali Gambus Misri yang sempat vakum cukup lama. Upaya rekonstruksi ini dinilai sebagai langkah nyata dalam pelindungan dan pengembangan warisan budaya tak benda Kabupaten Jombang.


Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan dialog kebudayaan yang membahas sejarah Gambus Misri serta lakon “Fajar Islam”, kisah dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan yang menjadi ciri khas kesenian ini.


Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, para Kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya kala itu, Agus Purnomo menyampaikan apresiasi atas upaya rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah awal kebangkitan kesenian tradisional yang tetap berpijak pada pakem tanpa meninggalkan perkembangan zaman dan jati dirinya. Menurutnya, Gambus Misri lahir dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan dari seni ludruk dengan muatan cerita bernuansa Islam.


Ia juga menegaskan bahwa pelestarian Gambus Misri penting dilakukan mengingat generasi muda belum sepenuhnya mengenal kesenian tersebut. Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung, melindungi, dan memanfaatkan potensi para seniman agar warisan budaya tak benda ini tetap lestari.


Sementara itu, Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa kesenian ini telah ada sejak lama namun sempat terhenti. Sejak 2017, para pemuda bersama pelaku seni terdahulu mulai melakukan penelusuran dan perawatan kembali agar Gambus Misri dapat hidup kembali di tengah masyarakat.


Ia berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir agar Gambus Misri dapat diterima oleh generasi muda, khususnya Gen Z, serta mampu menghadirkan keseimbangan antara nilai seni dan keberlanjutan ekonomi bagi para pelaku budayanya.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, saat itu menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Kabupaten Jombang. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangannya menjadi tanggung jawab bersama.


Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan peran pemerintah dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan.


Melalui pementasan rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan dari Sumobito tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang berupaya menghadirkan kembali identitas budaya daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya untuk generasi mendatang.


(brown)

×
Berita Terbaru Update