Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disiplin, Inklusivitas, dan Kepedulian Gizi Jadi Fondasi Mutu Pendidikan Jombang

Saturday, June 27, 2026 | June 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-27T14:18:39Z


JOMBANG, POPULARITAS NEWS 
Peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya diukur dari capaian nilai akademik. Di Kabupaten Jombang, upaya membangun pendidikan yang lebih bermutu diarahkan pada penguatan kepemimpinan sekolah, budaya pendidikan yang inklusif, hingga keterlibatan satuan pendidikan dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Tiga aspek itu diyakini menjadi fondasi penting untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.


Komitmen tersebut terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang melalui serangkaian program peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan penguatan peran sekolah sepanjang Mei hingga Juni 2026.


Melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan, Disdikbud menggelar pembinaan dinas bagi 573 kepala sekolah dan pengawas sekolah pada 18–22 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan disiplin kerja, kepemimpinan, serta tata kelola satuan pendidikan agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin profesional.


Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa kepala sekolah dan pengawas bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan motor penggerak perubahan di lingkungan sekolah.


"Kepala sekolah dan pengawas memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta meningkatkan mutu layanan pendidikan," ujarnya.


Penguatan kualitas pendidikan juga diwujudkan melalui pengembangan budaya sekolah yang inklusif. Melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Disdikbud menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budaya Inklusif pada 22–26 Juni 2026.


Kepala Bidang Pembinaan SD, Rhendra Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan kepala sekolah mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif, sehingga setiap anak memperoleh hak belajar yang sama tanpa memandang kondisi fisik maupun kemampuan yang dimiliki.


"Sekolah harus mampu merangkul semua anak dan memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang. Keberhasilan pendidikan inklusif juga membutuhkan dukungan orang tua dan keluarga," jelasnya.


Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.


Di sisi lain, Disdikbud juga mendorong sekolah berkontribusi terhadap pembangunan kualitas generasi sejak usia dini melalui pencegahan stunting. Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) menggelar Bimtek Stunting bertema Sinergi Satuan Pendidikan dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting pada 25–26 Mei 2026.


Wor Windari menilai pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, dan pencegahan stunting sejak dini.


"Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Satuan pendidikan juga harus menjadi bagian dari solusi melalui edukasi kepada peserta didik dan keluarga," tegasnya.


Melalui penguatan kompetensi kepala sekolah, penerapan pendidikan inklusif, serta keterlibatan aktif dalam program pencegahan stunting, Disdikbud Jombang berharap kualitas layanan pendidikan terus meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, berkarakter, dan memiliki kesempatan belajar yang setara sebagai bekal membangun masa depan Kabupaten Jombang.


Jurnalis: RonnyBrown

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update