Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Reses Jadi Jembatan Aspirasi, Ratnawati Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Desa Penpen

Monday, June 22, 2026 | June 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T07:39:46Z


KABUPATEN CIREBON, POPULARITAS NEWS
– Kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, M.KKK, di Desa Penpen, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tidak sekadar menjadi agenda rutin legislator. Lebih dari itu, reses menjadi ruang strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terserap secara langsung dan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan yang tepat.


Bertempat di Kantor Desa Penpen, kegiatan tersebut berlangsung penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Komisi I Fraksi Demokrat H. Memet Fathan Surahmat, Kuwu Desa Penpen Mustofa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di lingkungan mereka.


Dari sudut pandang pembangunan, tujuan utama reses adalah memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Melalui pertemuan langsung, anggota legislatif dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi yang dihadapi warga, mulai dari kebutuhan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat desa.


Dalam sambutannya, dr. Hj. Ratnawati menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bahan penting dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, setiap usulan harus dihimpun secara baik agar dapat diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.


“Setiap aspirasi yang disampaikan warga akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah desa melalui kuwu atau lurah memiliki peran penting dalam menginventarisasi kebutuhan masyarakat sehingga dapat menjadi bahan usulan yang lebih terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah atau legislatif semata, melainkan juga membutuhkan peran aktif pemerintah desa dalam memetakan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, program yang dihasilkan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang ada di lapangan.


Ratnawati menjelaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses akan dibawa dan diperjuangkan melalui Fraksi Partai Demokrat serta DPRD Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, usulan tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sesuai bidang kewenangan masing-masing.


Sementara itu, Kuwu Desa Penpen, Mustofa, menilai kegiatan reses memiliki arti penting bagi masyarakat desa. Menurutnya, forum seperti ini menjadi sarana efektif untuk menjembatani komunikasi antara warga dengan para pengambil kebijakan sehingga kebutuhan pembangunan dapat tersampaikan secara langsung tanpa perantara.


Warga yang hadir pun menyampaikan berbagai harapan, mulai dari peningkatan fasilitas umum, dukungan program pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Melalui kegiatan reses ini, tujuan yang ingin dicapai bukan hanya menyerap aspirasi, tetapi juga membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan legislatif. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar setiap program pembangunan yang direncanakan benar-benar berorientasi pada kebutuhan warga serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.


Dengan komunikasi yang terbangun secara terbuka dan partisipatif, reses diharapkan menjadi instrumen untuk menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat di tingkat akar rumput.



Jurnalis: Supriyanto

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update