CIREBON, POPULARITAS NEWS — Pemerintah tidak bisa lagi menyusun kebijakan ekonomi hanya berdasarkan asumsi. Di tengah perubahan pola usaha, perkembangan teknologi digital, hingga munculnya berbagai model bisnis baru, kebutuhan akan data yang akurat menjadi semakin penting. Atas dasar itu, Pemerintah Kota Cirebon bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pencanangan komitmen bersama dan pelepasan petugas sensus di Balai Kota Cirebon, Minggu (21/6/2026).
Sensus Ekonomi 2026 dipandang sebagai langkah strategis untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh sebagai bekal menghadapi tantangan dan peluang ekonomi di masa depan. Pendataan ini tidak hanya menyasar sektor usaha besar maupun perdagangan, tetapi mencakup seluruh elemen ekonomi masyarakat, mulai petani, nelayan, pelaku UMKM, pedagang tradisional, jasa, industri kreatif, hingga usaha berbasis digital yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan fondasi data yang kuat. Menurutnya, pemerintah harus memahami secara rinci bagaimana struktur ekonomi daerah berkembang agar kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
"Data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan. Sensus Ekonomi membantu pemerintah melihat potensi, tantangan, serta peluang yang dimiliki daerah sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran," ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya akan menjadi bahan penting dalam merancang berbagai program penguatan ekonomi, mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan daya saing usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga menarik investasi yang sesuai dengan karakteristik daerah.
Di tengah transformasi ekonomi yang semakin cepat, keberadaan data terkini juga menjadi instrumen penting untuk mengantisipasi kebutuhan sektor ekonomi masa depan. Pemerintah membutuhkan gambaran yang jelas mengenai perkembangan usaha digital, perubahan perilaku konsumen, hingga potensi sektor-sektor baru yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, Effendi Edo mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Ia memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, menegaskan bahwa masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat yang mengaitkan sensus ekonomi dengan kepentingan perpajakan. Padahal, Sensus Ekonomi 2026 sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan penarikan pajak maupun pemeriksaan usaha.
Menurutnya, tujuan utama sensus adalah menyediakan data yang akurat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. Data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha sebagai referensi dalam melihat perkembangan ekonomi suatu wilayah.
"Sensus Ekonomi bukan untuk kepentingan pajak. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran riil kondisi ekonomi sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan," jelasnya.
Sebanyak 232 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kota Cirebon hingga akhir Agustus 2026. Mereka akan mendata sekitar 46 ribu unit usaha yang tersebar di berbagai sektor ekonomi. Dari data awal, sektor perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kota Cirebon dengan kontribusi sekitar 33 persen, disusul sektor pariwisata yang mencakup hotel dan kuliner sebesar 22 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peta ekonomi Kota Cirebon terus berkembang dan membutuhkan pembaruan data secara berkala. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kekuatan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan strategi pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di masa mendatang.
Lebih dari sekadar pendataan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi investasi informasi bagi masa depan. Data yang terkumpul hari ini akan menentukan kualitas kebijakan yang lahir esok hari, sehingga pembangunan ekonomi dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab perubahan zaman.
Jurnalis: Supriyanto
Editor: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
