Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

OTT KPK Guncang Sumut, Kepala Daerah Dikabarkan Diamankan Saat Hadiri Forum Resmi

Friday, July 3, 2026 | July 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T20:39:05Z

 


SUMATERA UTARA, POPULARITAS NEWS
– Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (2/7/2026) mengguncang panggung politik dan pemerintahan di Sumatera Utara. Operasi senyap yang diduga berkaitan dengan praktik suap fee proyek itu tidak hanya menyasar kalangan rekanan, tetapi juga menyeret seorang kepala daerah yang dikabarkan diamankan saat menghadiri agenda resmi pemerintahan.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, operasi antirasuah tersebut berlangsung secara beruntun di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, hingga Kota Medan. Sedikitnya tiga orang dikabarkan diamankan dalam rangkaian operasi tersebut.


Pergerakan tim KPK diduga diawali di Kota Binjai dengan mengamankan seorang pria yang disebut-sebut merupakan rekanan atau kontraktor proyek pemerintah. Dari titik itu, penyidik langsung melakukan pengembangan ke sejumlah lokasi lain yang diduga berkaitan dengan aliran uang dan pihak-pihak yang terlibat.


Nama Kabupaten Langkat kemudian mencuat dalam pengembangan kasus. Sejumlah sumber menyebut beberapa pihak yang diamankan berasal dari daerah tersebut, termasuk seorang mantan anggota DPRD Sumatera Utara. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas maupun status hukum mereka.


Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Langkat, Wahyudianto, mengaku belum menerima informasi resmi mengenai kabar tersebut.


"Kami belum mendapat informasi resmi," ujarnya singkat.


Sorotan terbesar justru mengarah pada kabar diamankannya seorang kepala daerah. Berdasarkan informasi yang beredar, kepala daerah tersebut ditangkap saat menghadiri Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang diselenggarakan APKASI bersama KADIN di Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM), Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.


Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun APKASI ke-26 yang dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah. Penindakan berlangsung tanpa keributan sehingga sebagian besar peserta disebut tidak menyadari adanya operasi KPK di lokasi acara.


Kabar mengenai penangkapan itu baru menyebar beberapa jam kemudian, ketika para kepala daerah berkumpul dalam agenda santai menikmati jamuan durian di depan Kantor Bupati Deli Serdang sekitar pukul 18.00 WIB. Dari perbincangan antarpeserta, isu adanya OTT mulai beredar luas.


"Ada yang bilang Langkat coba dicari ke mana, infonya kepegang tiga huruf (KPK)," ungkap seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Apabila informasi tersebut benar, maka penangkapan seorang kepala daerah di tengah agenda resmi antarpemerintah menjadi peristiwa yang menyita perhatian publik. Di tengah upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam praktik suap proyek kembali memunculkan pertanyaan mengenai integritas penyelenggara pemerintahan dan efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek daerah.


Usai operasi berlangsung, para pihak yang diamankan dikabarkan langsung dibawa ke Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan awal. Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa pemeriksaan dilakukan di Polda Sumatera Utara, namun informasi tersebut belum terkonfirmasi.


Hingga Kamis malam, situasi di Polrestabes Medan terpantau relatif normal. Sejumlah jurnalis masih berjaga di sekitar lokasi untuk menunggu perkembangan lebih lanjut, sementara aktivitas kepolisian berlangsung seperti biasa.


Sampai berita ini diturunkan, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan OTT tersebut, termasuk identitas para pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani. Pesan konfirmasi yang dikirimkan awak media juga belum memperoleh tanggapan.


Publik kini menanti penjelasan resmi dari KPK guna memastikan status hukum para pihak yang diamankan sekaligus mengungkap apakah operasi tersebut benar berkaitan dengan dugaan suap fee proyek yang melibatkan penyelenggara pemerintahan di Sumatera Utara.(Red) 


Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update