JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka bukan berarti seluruh pekerjaan bangsa telah selesai. Di Kabupaten Jombang, semangat kemerdekaan justru menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai persoalan yang masih membutuhkan jawaban pemerintah dan masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam malam tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu (14/8/2026). Jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Danramil 0814, Kapolres Jombang, serta perwakilan lembaga lintas agama hadir dalam agenda tersebut.
Bupati Jombang, Warsubi dalam sambutannya tidak hanya mengajak masyarakat bersyukur atas kemerdekaan. Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, terutama menghadirkan kehidupan masyarakat yang aman, adil dan sejahtera.
Menurut Warsubi, perjuangan para pahlawan yang mengorbankan tenaga, harta, keluarga hingga nyawa tidak boleh berhenti sebagai cerita sejarah. Pengorbanan itu harus diteruskan melalui pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Masih ada persoalan yang harus kita selesaikan dan masih ada kebutuhan masyarakat yang harus kita jawab,” ujar Warsubi.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam malam tasyakuran. Sebab, di balik perayaan 81 tahun kemerdekaan, pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada program dan angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
Warsubi menyebut pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kinerja pelayanan serta menjalankan pembangunan di berbagai bidang. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
![]() |
| Ny. Yuliati Warsubi bersama jajaran tamu undangan berbagi kebersamaan dalam malam tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Kabupaten Jombang | Foto: Doc. Brown/Popularitas News |
Semangat itu sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Bagi Warsubi, tema tersebut harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan peringatan kemerdekaan.
Kemerdekaan, kata dia, harus menghadirkan rasa aman, keadilan dan kesejahteraan. Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari apa yang dibangun pemerintah, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, malam tasyakuran juga memperlihatkan wajah Jombang yang beragam. Perwakilan lintas agama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing agar Kabupaten Jombang dan Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan dan kesejahteraan.
Warsubi menilai perbedaan pilihan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun masa depan bersama. “Perbedaan pilihan tidak mengurangi harapan kita pada masa depan bangsa,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting dalam mengisi kemerdekaan. Sebab, pembangunan tidak mungkin berjalan hanya dengan kerja pemerintah. Dibutuhkan partisipasi masyarakat, sekaligus kemampuan seluruh elemen untuk menjaga kerukunan di tengah perbedaan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini ikut menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan di Kabupaten Jombang.
Ia berharap seluruh ikhtiar pembangunan diberikan kelancaran dan keberkahan serta mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Malam tasyakuran akhirnya tidak hanya menjadi seremoni menyambut HUT ke-81 RI. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa 81 tahun merdeka masih menyisakan pekerjaan rumah.
Kemerdekaan telah diwariskan para pahlawan. Tugas generasi hari ini adalah memastikan warisan itu tidak berhenti pada upacara, doa dan pekik “Merdeka”, tetapi diwujudkan melalui pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat Jombang.
Merdeka bukan tanda bahwa pekerjaan telah selesai. Merdeka adalah tanggung jawab untuk terus menyelesaikannya. (Red)
Penulis: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
Copyright © POPULARITAS NEWS 2026

