Empat Hari Muktamar NU ke-35, DLH Jombang Tangani 20,6 Ton Sampah
POPULARITAS NEWS
Last Updated
2026-08-31T22:12:45Z
 |
| Aktifitas relawan dalam mengkoordinir pengolahan sampah pada perhelatan Muktamar 35 NU 27-31 Agustus 2026 | Foto: Doc. Istimewa |
JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Di tengah padatnya rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, persoalan kebersihan menjadi perhatian serius. Aktivitas ribuan peserta, panitia, relawan, pengunjung hingga ramainya stand bazar tidak hanya menghadirkan geliat ekonomi dan keramaian, tetapi juga menghasilkan timbulan sampah dalam jumlah besar.
Namun, besarnya volume sampah tersebut mampu diimbangi dengan penanganan yang terorganisir.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, sejak hari pertama Muktamar, Kamis (27/8/2026), hingga Minggu (30/8/2026), sedikitnya 20,614 ton sampah telah berhasil dikumpulkan, ditangani, dan dikelola.
Pada hari pertama tercatat 1,93 ton sampah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4,76 ton pada Jumat (28/8). Kemudian pada Sabtu (29/8), sampah yang berhasil ditangani mencapai 5,347 ton.
Volume tertinggi tercatat pada Minggu (30/8), yakni mencapai 8,577 ton sampah.
Data tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana aktivitas Muktamar yang semakin padat berbanding lurus dengan meningkatnya timbulan sampah. Meski demikian, kondisi tersebut tidak dibiarkan menjadi persoalan lingkungan.
Petugas kebersihan terus bergerak dari kawasan utama Muktamar, area kegiatan peserta hingga titik-titik keramaian dan stand bazar. Pengelolaan dilakukan melalui pengumpulan, penanganan, hingga proses pengelolaan sampah.
Kepala DLH Kabupaten Jombang Miftahul Ulum menilai penanganan sampah dalam gelaran Muktamar merupakan kerja bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh pihak yang terlibat.
“Muktamar ini merupakan kegiatan besar dengan aktivitas masyarakat yang sangat tinggi. Karena itu, kami memastikan persoalan kebersihan menjadi bagian penting yang terus kami kawal. Petugas kami bergerak bersama panitia, relawan, peserta dan seluruh pihak agar sampah dapat ditangani dengan baik,” ujar Miftahul Ulum.
Menurutnya, tingginya volume sampah justru menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kerja nyata. DLH tidak hanya berorientasi pada pengangkutan sampah, tetapi juga mendorong pengurangan dan pemilahan sejak dari sumbernya.
“Prinsipnya, semakin besar kegiatan, semakin besar pula tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah, memilah dari sumbernya, serta membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,” katanya.
Ulum menambahkan, keberhasilan menjaga kebersihan kawasan Muktamar tidak dapat diukur hanya dari banyaknya sampah yang berhasil diangkut. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
“Kami ingin Muktamar tidak hanya sukses secara kegiatan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi lingkungan Jombang. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua mengambil peran, kawasan Muktamar bisa tetap bersih, nyaman dan representatif hingga seluruh rangkaian selesai,” tuturnya.
Hingga memasuki hari terakhir Muktamar pada Senin (31/8/2026), aktivitas di kawasan Muktamar masih berlangsung. Dengan demikian, angka 20,614 ton tersebut belum menjadi total akhir seluruh sampah selama rangkaian Muktamar.
Di balik hiruk-pikuk forum dan ramainya ribuan warga Nahdliyin, ada kerja yang berjalan nyaris tanpa sorotan: petugas kebersihan yang memastikan Jombang tetap bersih. (Red)
Penulis: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
©Copyright POPULARITAS NEWS 2026