Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muktamar NU Memanas, Massa Desak Gus Ipul Mundur, Yeni Wahid Ingatkan Pesan Mbah Hasyim

Sunday, August 30, 2026 | August 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T08:13:59Z

 


JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026), memanas. Belum diumumkannya hasil pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Syuriyah memicu ketegangan. Massa mendesak panitia memberikan penjelasan, bahkan menyerukan Gus Ipul mundur.


Situasi di lokasi kemudian semakin panas. Massa terlibat aksi saling dorong hingga adu jotos. Desakan tersebut muncul di tengah ketidakpastian pengumuman hasil pemilihan yang sejak ditunggu para muktamirin.


Kondisi ini membuat suasana Muktamar yang menjadi forum tertinggi organisasi NU tersebut diwarnai ketegangan. Massa meminta panitia memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses pemilihan dan alasan hasil belum diumumkan.


Di tengah situasi yang memanas, Yeni Wahid mengingatkan seluruh pihak agar tidak kehilangan pegangan terhadap nilai dasar yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.


Yeni menegaskan, perbedaan pilihan dalam forum Muktamar tidak boleh mengorbankan persatuan. Apa pun keputusan yang nantinya ditetapkan, seluruh muktamirin diharapkan dapat menghormatinya.


“Dari founding asasi sebagai pegangan kita semua muktamirin, ya, di mana yang paling ditekankan oleh Mbah Hasyim Asy’ari adalah persatuan di antara semua. Jadi umat Islam tidak boleh terpecah belah,” ujar Yeni Wahid.


Menurutnya, pesan persatuan bukan sekadar nasihat dalam situasi tertentu, melainkan fondasi yang sejak awal ditekankan oleh pendiri NU.


“Ini pesan yang dari awal yang paling penting ditekankan oleh Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari,” katanya.


Yeni juga berharap para ulama yang memiliki peran membimbing jajaran tanfidziyah mampu menjaga agar dinamika Muktamar tetap berada dalam koridor persatuan.


Pesan tersebut menjadi penting ketika proses pemilihan pimpinan tertinggi NU justru diwarnai ketegangan di lapangan. Perbedaan pilihan dan ketidakpuasan terhadap proses Muktamar tidak semestinya berkembang menjadi konflik antar- nahdliyin.


Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar tersebut. Ia berharap para ulama yang akan membimbing jajaran tanfidziyah benar-benar memegang pesan persatuan yang diwariskan Hadratussyaikh.


“Saya harap semua yang ada di sini, terutama para ulama kita yang akan membimbing mereka-mereka yang ada di tanfid, betul-betul memegang semua,” ujar Nasaruddin.


Kericuhan dan desakan mundur yang muncul menjelang pengumuman hasil pemilihan menjadi ujian serius bagi Muktamar ke-35 NU. Forum yang seharusnya menjadi ruang musyawarah dan konsolidasi organisasi kini dihadapkan pada tuntutan massa dan ketegangan internal.


Di tengah situasi tersebut, pesan Mbah Hasyim Asy’ari tentang persatuan kembali diuji. Siapa pun yang nantinya terpilih, keputusan Muktamar akan menjadi penentu apakah perbedaan dapat berakhir sebagai konsolidasi atau justru meninggalkan luka di tubuh NU. (Red) 


Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

© Copyright POPULARITAS NEWS 2026

×
Berita Terbaru Update