Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Prabowo Soroti Peran Besar Kiai Kampung: Penjaga Kerukunan dan Kedamaian Desa

Thursday, August 27, 2026 | August 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T15:17:00Z

Presiden Prabowo Memberikan Salam Penghormatan Kepada Kyai Nurul Huda Djazuli Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kamis (27/8/2026) | Foto: Doc. RB/Popularitas News


JOMBANG, POPULARITAS NEWS
– Di tengah sorotan terhadap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto justru memberikan perhatian khusus kepada sosok yang selama ini berada di garis depan kehidupan masyarakat: kiai kampung.


Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).


Menurut Prabowo, kiai kampung memiliki jasa besar karena pengabdiannya bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membimbing anak-anak mengaji, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta ikut menciptakan suasana damai di tengah masyarakat desa.


“Terima kasih kepada ulama, khususnya kiai kampung yang telah mengajari anak-anak kita, menjaga kerukunan antarumat dan kedamaian di desa,” ujar Prabowo.


Kiai Kampung Mengabdi Tanpa Banyak Menuntut


Prabowo menilai pengabdian para kiai kampung selama ini berjalan secara tulus. Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan tempat bertanya, nasihat keagamaan hingga penyelesaian persoalan sosial.


Menurutnya, peran tersebut sering dilakukan tanpa menuntut perhatian maupun bantuan dari negara.


“Terima kasih telah menjaga kerukunan antarumat dan kedamaian di desa tanpa meminta apa pun ke negara,” tambahnya.


Prabowo kemudian memberikan penekanan agar jasa para ulama dan kiai tidak dilupakan. Ia menyebut kontribusi kiai kampung merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.


“Jasa para ulama, para kiai, terutama kiai-kiai kampung, sangat besar bagi bangsa Indonesia. Jangan sekali-kali lupakan sejarah, jangan sekali-kali lupakan para ulama,” tegas Prabowo.


Dari Kampung, Nasionalisme NU Tumbuh


Dalam pidatonya, Prabowo juga menghubungkan peran ulama dengan sejarah panjang perjuangan kebangsaan NU.


Ia mencontohkan lagu Syubbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang lahir sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Bagi Prabowo, lagu tersebut menjadi bukti bahwa semangat cinta Tanah Air dan nasionalisme telah tumbuh kuat di lingkungan pesantren dan kalangan ulama.


Pernyataan Prabowo tentang kiai kampung menjadi pesan penting dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU Jombang. Sebab, di balik organisasi besar NU, terdapat para kiai di tingkat akar rumput yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.


Mereka menghidupkan pendidikan keagamaan, membangun kerukunan, sekaligus ikut menjaga kedamaian desa. Peran yang mungkin tidak selalu terlihat di panggung nasional, tetapi memiliki dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. (Red) 



Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

Copyright © POPULARITAS NEWS 2026

.

×
Berita Terbaru Update