![]() |
| Penyelenggara Jombang Oto Contest 2026, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si. | Doc. Foto: R. Wijaya / Popularitas News, Minggu (18/10/2026) |
JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Deretan motor modifikasi dengan beragam konsep dan sentuhan kreativitas menyita perhatian dalam Jombang Oto Contest 2026. Atmosfer kompetisi mewarnai ajang otomotif yang menjadi bagian dari rangkaian Jombang Fest untuk memperingati Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut. Sebanyak 138 motor hadir dengan total pendaftaran mencapai 160–170 kelas, mempertemukan modifikator lokal dengan peserta dari berbagai daerah.
Di balik gelaran ini, Dian Kusuma Rahmad Subekti, selaku penggagas sekaligus penyelenggara, membawa misi mengembangkan potensi modifikator lokal melalui pertemuan dengan para pelaku modifikasi yang telah berpengalaman di tingkat nasional.
Dian, yang juga dikenal sebagai pelaku seni modifikasi otomotif di kancah nasional, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari respons positif terhadap sejumlah event otomotif berskala kecil yang sebelumnya digelar di Jombang.
Ia kemudian berinisiatif mendatangkan modifikator profesional dari luar daerah agar pelaku lokal dapat melihat langsung perkembangan tren, teknik pengerjaan, dan kualitas karya modifikasi yang berkembang di dunia kontes.
“Saya ingin mengundang banyak modifikator dari luar kota, modifikator profesional untuk datang ke Jombang. Tujuannya memotivasi modifikator Jombang yang selama ini belum pernah ikut kontes di luar kota,” ungkap Dian.
Sejumlah modifikator berpengalaman turut meramaikan kontes tersebut, di antaranya Koko Awan dari Ponorogo, Dayana dari Malang, Sembru dari Blitar, Karim dari Lamongan, serta John RG dari Kediri. Kehadiran mereka menambah warna persaingan sekaligus mempertemukan peserta dengan latar pengalaman yang berbeda.
Salah satu pembeda Jombang Oto Contest 2026 adalah pertama kali dibukanya kelas khusus bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta pegawai BUMN dan BUMD. Kategori ini memberikan ruang bagi pecinta otomotif dari kalangan aparatur dan pegawai untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Menurut Dian, selama ini banyak modifikator berasal dari kalangan swasta. Sementara itu, pecinta otomotif yang berprofesi sebagai ASN, anggota TNI-Polri, maupun pegawai BUMN dan BUMD terkadang merasa kurang percaya diri untuk bersaing dengan modifikator profesional.
Respons terhadap kategori khusus tersebut cukup positif. Dian menyebut sekitar 14–15 motor turut berpartisipasi dalam kelas yang melibatkan kalangan tersebut.
![]() |
| Sejumlah kendaraan modifikasi dilakukan penilaian tim juri, Minggu (18/10/2026) |
Terobosan ini memperluas ruang partisipasi dalam dunia modifikasi otomotif. Kontes tidak hanya menjadi ajang persaingan antarmodifikator, tetapi juga wadah bagi pecinta otomotif dari berbagai latar profesi untuk menampilkan hasil kreativitasnya.
Di balik antusiasme peserta, penyelenggaraan Jombang Oto Contest 2026 berlangsung dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Dian mengungkapkan bahwa publikasi acara baru diterbitkan sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan karena harus menyesuaikan agenda Jombang Fest dan memastikan perizinan penyelenggaraan.
Meski waktu persiapan terbatas, jumlah peserta yang hadir melampaui ekspektasinya. Dian juga menyampaikan bahwa Dito Monster, juri nasional yang terlibat dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap jumlah motor yang berhasil dihadirkan.
Bagi Dian, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus modal untuk mempersiapkan penyelenggaraan berikutnya secara lebih matang. Ia berharap publikasi dapat dilakukan lebih awal sehingga peserta memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan kendaraan dan menentukan keikutsertaan.
Jika antusiasme peserta terus meningkat, Dian juga berencana mempertimbangkan lokasi yang lebih representatif agar penyelenggaraan berikutnya dapat mengakomodasi kebutuhan peserta dan pengunjung dengan lebih baik.
Dian berharap Jombang Oto Contest dapat menjadi agenda tahunan yang terintegrasi dengan rangkaian Jombang Fest. Dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komunitas otomotif sekaligus memperkenalkan potensi Jombang kepada peserta dari luar daerah.
Lebih jauh, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang mempertimbangkan gagasan One OPD One Event, yakni setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki ruang untuk menghadirkan kegiatan sesuai potensi dan bidang masing-masing.
Menurut Dian, pengembangan kegiatan kreatif tidak harus terpusat pada satu agenda besar atau sebatas seremoni peringatan hari jadi. Setiap OPD dapat turut menghadirkan kegiatan yang membuka ruang partisipasi masyarakat, mengembangkan potensi lokal, dan memperkaya pilihan aktivitas publik di Kabupaten Jombang.
“Semoga tahun depan Jombang juga bisa mewujudkan One OPD One Event. Sehingga bukan hanya memeriahkan ulang tahun Pemerintah Kabupaten Jombang ataupun Jombang Fest, tetapi juga menjadi bentuk kreativitas kita,” pungkasnya.
Melalui Jombang Oto Contest 2026, Dian berharap kegiatan otomotif di Jombang tidak berhenti sebagai ajang kontes, melainkan berkembang menjadi ruang kreativitas yang berkelanjutan bagi komunitas dan modifikator lokal untuk memperluas pengalaman serta menunjukkan karya di tingkat regional maupun nasional.(*)
Penulis: R. Wijaya
Redaksi: POPULARITAS NEWS
© Copyright 2026

