![]() |
| dr. Pudji Umbaran, M.KP (tengah) usai seminar peringati hari kesehatan jiwa sedunia bersama peluncuran buku Surviving the Years of Health Service pada, Selasa (13/10/2026). |
JOMBANG, POPULARITAS NEWS – RSUD Jombang menaruh perhatian pada kesehatan jiwa karyawan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan rumah sakit. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang dirangkai dengan seminar, peluncuran buku Surviving the Years of Health Service, dan pameran karya seni di Ruang Wahab Hasbullah, Selasa (13/10/2026).
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, MKP, mengatakan kesehatan jiwa tenaga kesehatan perlu mendapat perhatian karena mereka menjalankan tugas pelayanan yang berhubungan langsung dengan pasien.
“Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jiwa tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada pasien,” kata Pudji.
Menurut dia, upaya memahami kondisi karyawan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan manajemen ialah menghimpun pengalaman dan curahan hati karyawan melalui buku "Surviving the Years of Health Service." Buku tersebut memuat beragam ekspresi, mulai dari keluhan hingga keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi positif dalam pelayanan kesehatan.
![]() |
| Doc. Foto: Humas RSUD Jombang | Kebersamaan sejumlah Nakes RSUD Jombang, peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia |
“Berbagai macam ekspresi terungkap. Ada yang mengeluh, dan ada pula yang betul-betul ingin mengapresiasikan diri dalam pelayanan kesehatan yang baik,” terangnya.
Pudji menjelaskan, berbagai ungkapan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk memahami persoalan yang dihadapi karyawan. Masukan itu diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan, baik melalui pendekatan manajerial maupun kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan emosi ketika tenaga kesehatan menjalankan tugas. Pengelolaan kondisi emosional dinilai perlu diperhatikan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik.
“Kesimpulannya, kesehatan jiwa tetap harus kita pertahankan, dan pelayanan kesehatan harus disesuaikan dengan kondisi jiwa yang stabil. Agar emosi yang ada di rumah tidak terbawa ke dalam pelayanan,” jelasnya.
Menurut Pudji, pengendalian emosi menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan karena berkaitan dengan keselamatan pasien.
“Pengendalian emosi menjadi hal penting dalam pelayanan kesehatan karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien,” ungkapnya.
Ke depan, manajemen RSUD Jombang berencana menyusun program kerja yang disesuaikan dengan keluhan dan kebutuhan karyawan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit menentukan penanganan yang tepat terhadap persoalan yang muncul di lingkungan kerja.
“Persoalan yang muncul kita tangani secara tepat sehingga kesehatan jiwa tenaga kesehatan tetap terjaga dan mutu pelayanan kepada pasien semakin baik,” pungkasnya.
Upaya tersebut menempatkan kesehatan jiwa karyawan sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan rumah sakit. Meski demikian, efektivitas komitmen tersebut nantinya perlu dilihat dari tindak lanjut yang dilakukan, termasuk program yang disusun, bentuk dukungan bagi karyawan, serta evaluasi pelaksanaannya.(*)
Penulis: Brown
Redaksi: POPULARITAS NEWS
© Copyright 2026

