Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tembakau Jombang Diproyeksi Putar Ekonomi Rp487 Miliar, 15 Ribu Petani Jadi Penggerak

Thursday, October 8, 2026 | October 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T21:31:13Z
Bupati Jombang, Warsubi, S.H, M.Si bersama Sekertaris Daerah dan Unsur Forkopimda panen raya tembakau 2026 di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso pada Rabu (7/10/2026) | Doc. Foto: Brown / Popularitas News


JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Sektor pertanian tembakau di Kabupaten Jombang menunjukkan potensi ekonomi yang besar. Hingga akhir September 2026, luas lahan tembakau tercatat mencapai 6.508,7 hektare, dengan potensi perputaran ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar Rp487 miliar.


Potensi tersebut terungkap dalam agenda Pembinaan dan Panen Raya Tembakau 2026 di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Rabu (7/10/2026).


Kawasan utara Sungai Brantas menjadi salah satu sentra utama tembakau Jombang. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kabuh, Ploso, Plandaan, Kudu hingga Ngusikan.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much. Rony, mengatakan besarnya potensi ekonomi tembakau tidak lepas dari luasan lahan dan jumlah petani yang menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut.


"Produktivitas daun basah kita mencapai 15 hingga 17 ton per hektare. Jika dikalkulasikan dengan harga terendah Rp5.000 per kilogram saja, potensi ekonomi yang berputar nyaris menyentuh setengah triliun rupiah. Ada sekitar 15.000 petani yang roda perekonomiannya digerakkan oleh komoditas ini," ujar Rony.


Menurutnya, tembakau tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga memiliki efek ekonomi terhadap masyarakat di kawasan sentra produksi.


Selain luasan lahan yang cukup besar, Jombang juga mulai menunjukkan kemampuan dalam pengembangan benih varietas tembakau lokal bersertifikat.


Benih tersebut bahkan menjadi bahan studi bagi sejumlah daerah lain, di antaranya Gresik dan Blitar.


Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong pengembangan sektor tembakau melalui dukungan anggaran daerah dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.


Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan, penyediaan demplot, sarana produksi hingga alat dan mesin pertanian.


Dalam kegiatan panen raya tersebut, Bupati Jombang Warsubi, bersama Wakil Bupati Salmanudin, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pertanian turut menyaksikan penyerahan bantuan kepada kelompok tani.


Secara simbolis, bantuan yang disalurkan meliputi 4 unit hand tractor rotary, 19 unit mesin rajang tembakau, 350.000 kilogram pupuk NPK khusus tembakau, serta 3 unit kendaraan angkut roda tiga.


Sejumlah penerima bantuan di antaranya Samuji dari Gapoktan Gedongombo, Kecamatan Ploso, yang menerima mesin rajang tembakau.


Penyerahan bantuan secara simbolik oleh Bupati Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin Yazid dan Kepala Dinas Pertanian, M. Rony kepada petani | Doc. Foto: Brown Popularitas News


Kemudian Solik dari Poktan Peyek, Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, menerima traktor roda dua rotary. Sementara Tik Dewanto dari Poktan Bendungan, Kecamatan Kudu, serta Supali dari Gapoktan Kabuh menerima bantuan pupuk NPK tembakau.


Bupati Warsubi menegaskan peningkatan produksi tembakau harus dibarengi dengan penguatan jaringan pemasaran dan kemitraan strategis.


Menurutnya, pengembangan tembakau Jombang tidak cukup berhenti pada sektor budidaya. Komoditas tersebut perlu dikembangkan dalam rantai agribisnis hingga agroindustri.


"Petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang wajar, sementara pabrikan membutuhkan kualitas yang terjaga. Keduanya harus diuntungkan," tegas Warsubi.


Ia juga menilai regenerasi petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tembakau Jombang.


"Ke depan, regenerasi petani juga harus didorong. Pertanian tembakau adalah sektor usaha yang memiliki masa depan cerah bagi generasi milenial," lanjutnya.


Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada petani tembakau, penyuluh pertanian, pelaku usaha, pabrik dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pengembangan komoditas tersebut.


Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga tembakau Jombang semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional.


"Mari kita terus bangun kerja sama yang baik, agar tembakau Jombang semakin dikenal, semakin memiliki daya saing, dan semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.


"Mati Urip Nandur Mbako"


Bagi masyarakat di kawasan Utara Brantas, tembakau bukan sekadar tanaman musiman. Ungkapan "Mati urip nandur mbako" telah lama melekat dalam kehidupan petani di kawasan tersebut.


Dengan luas lahan yang mencapai ribuan hektare dan melibatkan sekitar 15 ribu petani, komoditas tembakau menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah utara Jombang.


Kini tantangannya bukan hanya meningkatkan produksi. Kepastian pasar, harga yang wajar, kualitas hasil panen, kemitraan dengan pabrikan hingga regenerasi petani menjadi pekerjaan penting agar potensi ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp487 miliar tersebut benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan petani.


Pemkab Jombang berharap penguatan dari hulu hingga hilir dapat membuat tembakau Jombang semakin kompetitif sekaligus memperkuat posisi kawasan Utara Brantas sebagai salah satu sentra tembakau di Jawa Timur.(*) 



Penulis: Brown

Redaksi: POPULARITAS NEWS

© Copyright 2026

×
Berita Terbaru Update