Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

1.816 Personel Gabungan Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Diamankan Polisi

Sunday, November 1, 2026 | November 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-01T16:19:22Z

 

Aksi Operasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berantas kampung narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11) 2026) | Foto: Doc. Popularitas News

JAKARTA, POPULARITAS NEWS – Pengerahan 1.816 personel gabungan dalam operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026), membuahkan hasil. Kepolisian mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


Operasi berskala besar tersebut melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, BNN, Bareskrim Polri, Brimob, serta Polres Metro Jakarta Utara. Petugas menyisir Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari sejak sekitar pukul 05.30 WIB.


Strategi pengepungan dilakukan dari berbagai arah. Bahkan, sebagian personel memanfaatkan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba di sepanjang bantaran rel kereta api.


Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, operasi dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan sejumlah instansi untuk memastikan penyisiran berjalan terarah.


"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," ujar Bismo, sebagaimana dikutip ANTARA, Minggu (1/11/2026).


Sita Sabu, Ganja, Ekstasi hingga Senjata Api


Selain mengamankan 27 orang, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut.


Barang bukti yang disita meliputi sabu-sabu seberat ratusan gram, ganja, ribuan butir ekstasi, satu unit mesin pencetak ekstasi, alat isap narkoba atau bong, senjata tajam, senjata api, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.


Bismo mengungkapkan, dalam pemeriksaan awal terhadap empat orang di lokasi primer, tiga orang di antaranya diduga sebagai pengguna narkoba, sedangkan satu orang lainnya kedapatan memiliki pil psikotropika. Seluruhnya masih akan didalami lebih lanjut oleh penyidik.


Polisi Tak Terpengaruh Adanya Perlawanan


Pelaksanaan operasi sempat diwarnai perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Namun, Bismo menegaskan situasi tersebut tidak mengalihkan konsentrasi petugas dari sasaran utama operasi.


"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tegasnya.


Kepolisian juga memastikan penindakan tidak berhenti pada penggerebekan. Petugas berencana membongkar lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel yang diduga dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkoba.


Pengejaran terhadap bandar utama juga akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.


Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penanganan lanjutan melalui penataan lingkungan dan sosial masyarakat. Koordinasi dengan PT KAI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diperlukan agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi peredaran narkoba.


Operasi ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran gelap narkotika. Namun, keberlanjutan penindakan dan pengejaran terhadap bandar utama tetap menjadi pekerjaan lanjutan setelah 27 orang berhasil diamankan.(*) 



Penulis: R. Wijaya

Redaksi: Popularitas News

© Copyright 2026

×
Berita Terbaru Update