Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BPS Jombang Siapkan Peta Baru Ekonomi, 1.217 Petugas Sensus Digembleng Intensif

Friday, May 29, 2026 | May 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T06:04:46Z

​JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang resmi memulai langkah besar untuk memotret ulang lanskap perekonomian daerah melalui Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sebagai langkah awal, BPS Jombang menggelar Pelatihan Petugas SE 2026 yang dibuka langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si, di Hotel Yusro Jombang pada Jumat (29/5/2026).

​Kepala BPS Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa SE 2026 merupakan momentum krusial bagi BPS untuk menangkap perubahan drastis struktur ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir. Fenomena digitalisasi pasca-pandemi, masifnya pertumbuhan industri kreatif, hingga menjamurnya UMKM baru di Jombang menjadi target utama pemetaan dekade ini.

​"Data ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas atau catatan biasa, melainkan pijakan atau kompas kebijakan. Terlebih Kabupaten Jombang tengah menyiapkan kawasan industri baru. Pemetaan ini sangat penting untuk intervensi kebijakan dan insentif usaha yang tepat sasaran," jelas Mouna dalam sambutannya.

​Tekankan Integritas: "Catat Apa Adanya, Bukan Ada Apanya!"

​Sadar bahwa akurasi data bertumpu pada kualitas SDM di lapangan, BPS Jombang menerapkan standar pengawasan yang sangat ketat. Mouna mewanti-wanti seluruh calon petugas agar mengedepankan integritas tinggi dan melarang keras praktik rekayasa data.

​"Jaga integritas. Catat apa adanya, bukan ada apanya! Saya tidak mau ada petugas yang melakukan window dressing atau mengira-ngira data di atas meja. Datangi, masuk ke rumah responden, dan gali data berkualitas dengan mengedepankan keramahan khas Kota Santri," tegas Kepala BPS Jombang tersebut.

​Untuk menjamin kelancaran tugas di lapangan, BPS Jombang juga bergerak taktis dalam aspek keamanan. BPS telah berkoordinasi dan mendapat dukungan penuh pengamanan dari Kapolres dan Dandim Jombang. Sinergi ini merujuk pada Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat pusat guna menjamin rasa aman bagi petugas saat memasuki kawasan sentra ekonomi maupun pemukiman warga.

​Manajemen Pelatihan Berbasis Hybrid dan Berlapis

​Secara teknis, BPS Jombang telah merancang sistem pelatihan komprehensif demi melahirkan aparatur pencacah yang handal. Ketua Panitia Kegiatan, Amat Alamin Wafa, melaporkan bahwa pelatihan ini mengacu pada amanat UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

​Guna menjaga efektivitas dan kedalaman materi, BPS menerapkan metode pembelajaran kombinasi (hybrid) melalui Learning Management System (LMS) serta pertemuan tatap muka (luring). Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung dari 29 Mei hingga 12 Juni 2026 ini melatih total 1.217 peserta.

​"Seluruh peserta kami bagi ke dalam 48 kelas yang pelaksanaannya didistribusikan dalam 5 gelombang agar proses belajar mengajar tetap efektif. Untuk gelombang pertama yang dibuka hari ini, diikuti oleh 255 peserta yang terbagi dalam 10 kelas," urai Amat.

​Melalui manajemen pelatihan yang ketat ini, BPS Jombang optimistis dapat melahirkan petugas lapangan yang kompeten dan terlatih demi menyajikan basis data ekonomi Indonesia yang berkualitas tinggi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

​Dukungan Pemerintah Daerah

​Langkah besar BPS Jombang ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Bupati Warsubi, didampingi Sekdakab Agus Purnomo dan jajaran Forkopimda Jombang, secara simbolis memukul gong sebagai tanda dimulainya pelatihan. Bupati mengakui bahwa kerja keras BPS dalam menyediakan data SE 2026 yang berkualitas akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi Jombang untuk satu dekade ke depan.

×
Berita Terbaru Update