![]() |
| Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini | Foto: Doc. Istimewa |
LOMBOK BARAT, POPULARITAS NEWS – Alamak! Alih-alih suasana euforia menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 di Kabupaten Lombok Barat mendadak berubah menjadi kabar yang menggemparkan. Hanya berselang beberapa jam setelah mengikuti nonton bareng (nobar) bersama jajaran pemerintah daerah, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (20/7/2026).
Peristiwa yang terjadi dalam hitungan jam itu sontak mengejutkan masyarakat. Dini hari masih dipenuhi sorak-sorai para pecinta sepak bola yang memadati halaman Kantor Bupati untuk menyaksikan partai puncak Piala Dunia. Namun ketika matahari mulai meninggi, suasana berubah drastis. Garis penyegelan berlogo KPK telah terpasang di ruang kerja bupati.
Operasi senyap tersebut menjadi OTT ke-17 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, sekaligus kembali menambah daftar kepala daerah yang harus berhadapan dengan lembaga antirasuah.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lombok Barat. "Benar (OTT Bupati Lombok Barat)," kata Fitroh kepada wartawan.
Ia juga memastikan Lalu Ahmad Zaini telah diamankan penyidik KPK. Meski demikian, lembaga antirasuah masih belum mengungkap perkara yang menjadi dasar operasi tersebut maupun pihak-pihak lain yang ikut diamankan.
Kabar tersebut membuat jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ikut terkejut. Sebab, beberapa jam sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada operasi penindakan.
![]() |
| Kantor Ruang Kerja Bupati Lalu Ahmad Zaini Tersegel oleh KPK, Senin (20/7/2026) Pagi |
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku baru mengetahui adanya penyegelan saat tiba di kantor pada Senin pagi.
"Begitu kami masuk kantor, ruang kerja bupati sudah tersegel dengan lambang KPK," ujarnya.
Saikhu mengungkapkan, pada Senin dini hari dirinya masih bersama Bupati Lalu Ahmad Zaini menghadiri acara nobar final Piala Dunia 2026 di halaman Kantor Bupati. Seusai kegiatan, seluruh peserta membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
Namun, ketika aktivitas pemerintahan dimulai beberapa jam kemudian, pemandangan yang tersaji benar-benar berbeda.
"Selesai nonton kami pulang. Paginya kembali ke kantor, situasinya sudah seperti ini. Kami semua kaget," tuturnya.
Hingga kini KPK belum menjelaskan secara rinci dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan tersebut. Penyidik masih memiliki waktu untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan beserta konstruksi perkara dalam konferensi pers resmi.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pesta, jabatan, dan sorotan publik dapat berubah dalam sekejap. Di saat masyarakat masih membicarakan drama final Piala Dunia, perhatian bangsa kini beralih pada drama lain yang terjadi di ruang pemerintahan: operasi senyap KPK yang kembali menjerat seorang kepala daerah. (Red)
Penulis: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
Copyright © POPULARITAS NEWS

