Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Guru dan Murid SD Negeri di Jombang, BKPSDM Usul Penggabungan Sekolah Dinilai Jadi Solusi Efektivitas Layanan Pendidikan

Tuesday, July 14, 2026 | July 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T13:22:49Z

 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang, Drs. Anwar, M.Kp, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kondisi kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Jombang, Selasa (14/7/2026)| Foto: Doc. RonnyBrown, Popularitas News 


JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Fenomena krisis guru di SD Negeri 3 Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang berdampak hanya menerima satu peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 menjadi perhatian publik. Selain memunculkan persoalan menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri tertentu, kasus tersebut juga membuka fakta masih adanya kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Jombang.


Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang, Drs. Anwar, M.Kp, mengakui bahwa kekurangan guru memang masih menjadi persoalan yang dihadapi pemerintah daerah, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan.


Ditemui diruang kerjanya pada Selasa (14/7/2026), Anwar mengatakan salah satu langkah yang dinilai lebih efektif adalah melakukan penggabungan satuan pendidikan yang memiliki jumlah peserta didik sangat terbatas dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan.


Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk efisiensi anggaran, melainkan sebagai upaya meningkatkan efektivitas layanan pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal dengan dukungan tenaga pendidik yang memadai.


"Kalau ada sekolah yang muridnya sangat sedikit dan lokasinya berdekatan dengan sekolah lain, tentu bisa dipertimbangkan untuk digabung. Dengan begitu pelayanan pendidikan kepada masyarakat menjadi lebih efektif," ujar Anwar.


Ia tidak menampik bahwa distribusi tenaga pendidik saat ini masih menjadi tantangan. Di satu sisi pemerintah harus memenuhi kebutuhan guru di berbagai sekolah, sementara di sisi lain jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah.


Anwar juga menyinggung fenomena menurunnya jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor internal sekolah, tetapi juga berkaitan dengan perubahan demografi masyarakat.


Ia menilai keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dijalankan pemerintah turut memengaruhi berkurangnya angka kelahiran. Dampaknya, jumlah anak usia sekolah dasar juga mengalami penurunan sehingga persaingan memperoleh peserta didik baru semakin tinggi.


"Kalau dilihat secara makro, keberhasilan program Keluarga Berencana juga berpengaruh terhadap jumlah anak usia sekolah. Ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan," katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Sunartini, menjelaskan bahwa kekurangan guru tidak hanya terjadi di SDN 3 Mojongapit, tetapi juga dialami sejumlah sekolah lainnya.


Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Sunartini menyebut kondisi tersebut dipicu belum adanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun ASN baru, sedangkan jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah setiap tahun.


"Perihal kekurangan guru, beberapa sekolah memang mengalami kondisi serupa karena belum ada agenda rekrutmen CPNS atau calon ASN. Di sisi lain, guru yang pensiun terus bertambah, sementara kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tetap tinggi," jelasnya.


Khusus untuk SDN 3 Mojongapit, Sunartini mengatakan persoalan kekurangan tenaga pendidik sebenarnya telah direspons oleh Dinas Pendidikan. Selain adanya guru yang pensiun dan promosi kepala sekolah, pemerintah telah melakukan pemetaan kebutuhan guru melalui kebijakan mutasi.


Ia mengungkapkan bahwa pada 8 Juli 2026 Dinas Pendidikan telah menyerahkan Surat Keputusan mutasi kepada tiga orang guru untuk ditempatkan di SDN 3 Mojongapit sebagai tambahan tenaga pengajar pada tahun ajaran 2026/2027.


"SDN 3 Mojongapit memang mengalami pengurangan tenaga karena pensiun dan promosi kepala sekolah. Namun, pada akhir Juni sudah dilakukan pemetaan, kemudian tanggal 8 Juli 2026 telah diserahkan SK mutasi tiga guru ke SDN 3 Mojongapit sehingga keterbatasan guru sudah teratasi," terangnya.


Meski persoalan tenaga pendidik mulai mendapat solusi, tantangan berikutnya adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut. Sunartini berharap pihak sekolah dapat menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga mampu menarik kembali minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN 3 Mojongapit.


Fenomena SDN 3 Mojongapit pun menjadi gambaran bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan jumlah guru atau peserta didik semata, tetapi juga menyangkut efektivitas tata kelola sekolah, pemerataan tenaga pendidik, perubahan demografi, serta strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan sekolah negeri di tengah menurunnya angka kelahiran. (Red) 


Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

Copyright ©Popularitas News

×
Berita Terbaru Update