Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bentengi Prajurit dari Ancaman Narkotika, TNI AU Perkuat Pengawasan hingga Tes Urine Mendadak

Wednesday, June 17, 2026 | June 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T12:21:49Z


 

MANADO, SULUT [POPULARITAS NEWS] – Perang melawan narkotika tidak hanya dilakukan aparat terhadap jaringan pengedar di masyarakat. Di lingkungan internal militer, upaya serupa terus diperkuat untuk memastikan setiap prajurit tetap berada dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat terlarang.


Komitmen tersebut kembali ditegaskan TNI Angkatan Udara melalui kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional Satgas P4GN TNI AU yang menyasar seluruh satuan kerja Angkatan Udara di Indonesia.


Sebelum sosialisasi dimulai, seluruh peserta yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama, hingga aparatur sipil negara (ASN) menjalani pemeriksaan urine yang dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara. Hasilnya, seluruh personel yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif narkotika.


Langkah tersebut bukan sekadar prosedur seremonial. Di tengah meningkatnya ancaman peredaran narkoba di berbagai daerah, tes urine menjadi instrumen penting untuk mendeteksi dini potensi penyalahgunaan sekaligus memastikan integritas personel militer tetap terjaga.


Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Yoyon Kuscahyono menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia, termasuk prajurit TNI yang memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan negara.


Menurutnya, seorang prajurit dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang optimal dalam menjalankan tugas. Karena itu, keterlibatan narkotika dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapat ruang di lingkungan militer.


"Ancaman narkoba tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga dapat melemahkan profesionalisme dan kesiapan satuan," ujarnya.


Lebih dari sekadar kampanye, kegiatan P4GN di lingkungan TNI AU diarahkan untuk membangun budaya organisasi yang bersih dari narkoba. Seluruh personel didorong memahami bahaya penyalahgunaan narkotika, mengenali gejalanya sejak dini, serta berani mengambil peran aktif dalam pencegahan di lingkungan kerja maupun keluarga.

Keseriusan TNI AU memberantas narkotika juga terlihat dari pembentukan Satgas P4GN yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Staf Angkatan Udara. Satuan tugas ini menjalankan fungsi pre-emptive, preventif, hingga represif terhadap setiap potensi pelanggaran terkait narkotika di lingkungan TNI AU.


Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan tantangan yang masih dihadapi. Berdasarkan Indonesia Drug Report 2025, Sulawesi Utara tercatat memiliki 187 kawasan rawan narkoba. Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi wilayah dengan jumlah titik rawan tertinggi, mencapai 84 lokasi. Sepanjang tahun pelaporan, aparat juga mengungkap 234 kasus narkotika di wilayah Sulawesi Utara.


Di tengah kondisi tersebut, catatan Lanud Sam Ratulangi menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Berdasarkan data Direktorat Pembinaan Penyidikan Puspomau, sejak 2020 hingga April 2026 tidak ditemukan kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan personel Lanud Sam Ratulangi.


Rekam jejak nihil pelanggaran itu dinilai sebagai indikator keberhasilan pembinaan disiplin, pengawasan internal, dan kesadaran hukum prajurit dalam menjaga nama baik institusi.


Meski demikian, jajaran TNI AU menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat lengah. Ancaman narkotika terus berkembang dengan berbagai modus baru yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparat negara.


Karena itu, edukasi berkelanjutan, pengawasan ketat, serta pemeriksaan berkala tetap menjadi strategi utama untuk memastikan lingkungan TNI AU tetap steril dari narkoba.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pemasangan simbolis rompi Satgas P4GN kepada Komandan Lanud Sam Ratulangi sebagai penanda komitmen bersama dalam mendukung program pemberantasan narkotika. Simbol tersebut menjadi pesan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk prajurit yang berada di garis depan menjaga pertahanan negara. (*) 



Jurnalis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update