JOMBANG, POPULARITAS NEWS - Proyek pembangunan Jembatan Bailey di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, mulai memasuki fase penting sebelum proses pengadaan resmi dilakukan. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang kini membuka ruang komunikasi dengan para calon penyedia barang dan jasa melalui tahapan market sounding atau uji pasar. Langkah ini menjadi penanda bahwa pemerintah daerah mulai memetakan kesiapan penyedia yang akan terlibat dalam proyek senilai Rp 3 miliar yang bersumber dari APBD 2026 tersebut.
Bagi para penyedia, tahapan ini bukan sekadar forum sosialisasi proyek. Uji pasar menjadi kesempatan untuk mempelajari lebih detail kebutuhan pekerjaan yang akan dilaksanakan, sekaligus menyiapkan kemampuan teknis, sumber daya, hingga penawaran harga yang kompetitif. Dengan demikian, ketika proses pengadaan resmi dibuka, penyedia telah memiliki gambaran menyeluruh mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perkim Jombang Ahmad Rofiq Ashari menjelaskan, market sounding dilakukan dengan mengundang sejumlah pelaku usaha atau calon penyedia jasa untuk memaparkan dan mendiskusikan rencana proyek. Melalui forum tersebut, pemerintah ingin mengetahui sejauh mana minat serta kapasitas penyedia dalam mengerjakan pembangunan Jembatan Bailey di Kudubanjar.
“Market sounding merupakan proses komunikasi awal antara pemerintah dengan pelaku usaha atau calon penyedia. Tujuannya untuk mengukur minat pasar, mengetahui kapasitas penyedia, serta memperoleh masukan terkait aspek teknis dan harga sebelum proses pengadaan resmi dimulai,” ujarnya.
Dari sisi penyedia, tahapan ini menjadi momentum untuk memberikan masukan mengenai spesifikasi teknis yang dinilai paling sesuai dengan kondisi lapangan. Selain itu, mereka juga dapat menyampaikan gambaran harga pasar terkini sehingga pemerintah memiliki referensi yang lebih akurat dalam menyusun perencanaan pengadaan.
Rofiq menuturkan, masukan dari para penyedia sangat dibutuhkan agar spesifikasi pekerjaan tidak hanya memenuhi kebutuhan proyek, tetapi juga realistis untuk dilaksanakan. Pemerintah juga dapat mengetahui lebih awal jika terdapat kendala teknis, keterbatasan material, maupun faktor lain yang berpotensi mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
Menurutnya, kesiapan penyedia menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proyek. Karena itu, penjajakan pasar dilakukan sebelum memasuki mekanisme pengadaan melalui sistem e-purchasing dengan metode mini competition. Dengan cara tersebut, pemerintah berharap seluruh peserta yang nantinya mengikuti proses pengadaan benar-benar memahami kebutuhan pekerjaan dan mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Melalui tahapan ini kami bisa menghindari potensi masalah saat pengadaan, sekaligus memastikan spesifikasi dan HPS sesuai kondisi riil di lapangan,” katanya.
Perkim Jombang memperkirakan proses market sounding berlangsung sekitar dua pekan. Setelah seluruh masukan dari penyedia dihimpun dan dievaluasi, tahapan berikutnya adalah mini competition yang juga diperkirakan berjalan selama dua minggu. Apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Bailey di Desa Kudubanjar dapat segera dimulai sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat setempat. (brown)
Editor: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
