Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Upskilling UMKM Pesantren, Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi Santri

Thursday, June 25, 2026 | June 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-25T16:12:14Z

 


KOTA CIREBON, POPULARITAS NEWS – Pondok pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat pendidikan keagamaan. Di tengah perubahan ekonomi dan tuntutan zaman, pesantren mulai mengambil peran lebih luas sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Upskilling UMKM Pondok Pesantren Jawa Barat yang digelar di Ma'had Alif Pondok Ilmu Derma Agung, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (25/6/2026).


Program peningkatan kapasitas usaha ini menjadi upaya konkret untuk memperkuat kemampuan para santri dan pengelola usaha pesantren dalam mengelola bisnis secara profesional. Tidak sekadar memberikan pelatihan teknis, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi digital.


Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, keberadaan unit usaha pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun potensi itu hanya akan berkembang apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemampuan manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga akses terhadap jejaring bisnis yang lebih luas.


Sejumlah narasumber dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas kewirausahaan hadir memberikan materi dan pengalaman kepada para peserta. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi pesantren membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.


Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama sejumlah pemangku kepentingan yang hadir menegaskan pentingnya mendorong pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan karakter, tetapi juga mampu melahirkan pelaku usaha yang tangguh. Melalui program semacam ini, para santri didorong untuk melihat dunia usaha sebagai peluang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Santri, pengelola koperasi pesantren, hingga pelaku UMKM binaan aktif mengikuti sesi pelatihan dan diskusi. Mereka memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran digital, hingga strategi membangun kemitraan bisnis.


Babinsa Kelurahan Argasunya, Sertu Engkus Kusnandar, yang turut melakukan monitoring kegiatan menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas ekonomi pesantren. Menurutnya, peningkatan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan akan membuka peluang bagi santri untuk mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.


"Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan peningkatan kapasitas, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi digital, usaha-usaha pesantren dapat berkembang lebih profesional dan berdaya saing," ujarnya.


Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi wirausaha muda berbasis pesantren. Ketika santri mampu mengelola usaha secara modern dan produktif, pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang memahami ilmu agama, tetapi juga pelaku ekonomi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


Di tengah kebutuhan penguatan ekonomi kerakyatan, model pemberdayaan berbasis pesantren seperti ini menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan. Sebab, kemandirian pesantren pada akhirnya tidak hanya berdampak pada lembaga pendidikan itu sendiri, melainkan juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.


Jurnalis: Supriyanto

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update