JAKARTA, POPULARITAS NEWS – Investigasi yang dihimpun PopularitasNews dari laporan mendalam Majalah Tempo mengungkap dugaan skema transaksi lintas negara senilai US$51 juta atau sekitar Rp918 miliar yang menyeret nama Gaurav Srivastava, pengusaha asal India yang bermukim di Amerika Serikat. Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena melibatkan transaksi bernilai besar, perusahaan luar negeri, hingga mendapat penelusuran dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Berdasarkan dokumen investigasi Tempo, rangkaian transaksi bermula pada 30 Juli 2022 ketika pengusaha Belanda Niels Troost mengalihkan 50 persen kepemilikan saham perusahaan PDMCC kepada Gaurav Srivastava. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 12–13 November 2022, Gaurav bersama Troost bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo dalam agenda Global Food Security Forum di Bali.
Dalam periode 8–26 November 2022, menurut dokumen yang diperoleh Tempo, disusun rencana penyaluran dana sebesar US$51 juta dari PDMCC kepada PT Arsari Pradana Utama. Dana tersebut disebut memiliki penjelasan yang berbeda kepada masing-masing pihak. Kepada Troost, dana diklaim untuk operasi CIA, sedangkan kepada PDMCC disebut sebagai investasi energi terbarukan yang kemudian berubah menjadi pinjaman modal kerja.
Pada 2 Desember 2022, dana tersebut ditransfer ke PT Arsari Pradana Utama melalui dua transaksi, yakni sekitar Rp755 miliar ke Bank Bukopin dan Rp30,8 miliar ke Bank Mandiri.
Tempo kemudian mengungkap adanya dugaan skema pengalihan dana ke luar negeri. Pada 6–9 Desember 2022, tim Srivastava disebut menginstruksikan transfer US$25 juta ke Birdsong Central LLC. Namun transaksi itu, menurut dokumen investigasi, sempat ditolak oleh pihak kepatuhan bank karena dianggap sebagai transaksi mencurigakan.
Selanjutnya, pada 20 Desember 2022, tim Srivastava mengirimkan surat kuasa kepada New Kapital Limited melalui firma hukum Karlin & Peebles LLP. Dokumen tersebut disebut dibuat dengan tanggal mundur (backdated). Delapan hari berselang, 28 Desember 2022, PT Arsari Pradana Utama mentransfer US$25 juta melalui rekening Interest on Lawyer Trust Accounts (IOLTA) milik firma hukum tersebut.
Investigasi Tempo juga menyebut, pada 5 Januari 2023, Birdsong Central LLC menggunakan dana tersebut untuk membeli rumah mewah di kawasan Pacific Palisades, California, senilai US$24,5 juta.
Memasuki Mei 2023, hubungan para pihak mulai memanas. Pada 10 Mei, Niels Troost mencabut kepemilikan saham Gaurav Srivastava di PDMCC. Sehari kemudian, tim Srivastava disebut mendesak Grup Arsari mentransfer sisa dana sebesar US$26 juta, namun permintaan tersebut ditolak karena Arsari meminta bukti pendukung.
Dokumen yang dihimpun Tempo juga menunjukkan bahwa sepanjang 9 Juni hingga 4 Juli 2023, tim Srivastava beberapa kali meminta pencairan dana tambahan masing-masing US$2 juta, US$3 juta, dan US$1,5 juta dengan alasan yang berubah-ubah. Pada 4 Juli 2023, mereka kembali meminta agar dana dikirim ke perusahaan Echo Grove LLC.
Babak berikutnya terjadi pada 26 September 2023. Tempo mengungkap beredarnya draf perjanjian novasi yang menyatakan pinjaman US$51 juta dari PDMCC kepada Arsari telah dialihkan kepada Cedar West Ventures LLC. Dalam draf tersebut juga terdapat permintaan agar sisa dana US$26 juta dibayarkan secara bertahap sebesar US$2 juta setiap bulan hingga September 2024.
Di tengah berkembangnya kasus ini, PPATK menyatakan tengah melakukan analisis terhadap transaksi tersebut. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Ivan Yustiavandana, menyampaikan bahwa lembaganya masih berkoordinasi dengan mitra di luar negeri.
"Apabila ada indikasi TPPU, hasil analisis akan kami sampaikan kepada penegak hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk ditindaklanjuti. Kami masih menunggu jawaban lengkap dari counterpart di luar negeri. Kami terus koordinasikan," kata Ivan sebagaimana dikutip dalam infografik investigasi Tempo.
Hingga investigasi tersebut dipublikasikan, belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya tindak pidana dalam perkara ini. Temuan yang dipublikasikan Tempo merupakan hasil investigasi jurnalistik yang masih memerlukan klarifikasi dan proses hukum lebih lanjut dari seluruh pihak terkait. PopularitasNews menghimpun informasi ini sebagai bagian dari perkembangan kasus yang menjadi perhatian publik. (Red)
Editor: RonnyBrown
Sumber: Tempo.co
Redaksi: PopularitasNews.com
