Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penanganan Banjir Cirebon Dipercepat, Senderan Sungai Suba Dibangun untuk Lindungi Ratusan Warga Drajat

Thursday, July 9, 2026 | July 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T15:24:37Z

 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P, M.Si Meninjau Langsung Pembangunan Senderan Sungai Suba, Kelurahan Drajat | Foto: Supriyanto, Popularitas News.

CIREBON, POPULARITAS NEWS – Pemerintah Kota Cirebon mempercepat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan senderan di Sungai Suba, Kelurahan Drajat. Infrastruktur ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan risiko luapan sungai yang selama bertahun-tahun mengancam permukiman warga, khususnya di RW 09.


Pembangunan senderan tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Cirebon pada Rabu (8/7/2026) guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target. Proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan yang kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi.


Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjelaskan senderan dibangun sepanjang sekitar 90 meter dengan tinggi antara 1,8 hingga 2 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperkuat tanggul sungai sekaligus mengurangi potensi luapan air yang selama ini merendam rumah-rumah warga.


"Senderan yang dibangun BBWS ini memiliki panjang kurang lebih 90 meter dengan tinggi sekitar 1,8 hingga 2 meter. Kami berharap keberadaan infrastruktur ini dapat mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir di permukiman warga," ujarnya.


Upaya penanganan banjir, lanjutnya, tidak hanya difokuskan di RW 09. Di RT 01 RW 01 Kelurahan Drajat, pembangunan senderan telah rampung dan dilengkapi pintu air serta pembenahan sistem drainase untuk memperlancar aliran air ketika musim hujan.


"Di wilayah RW 01, pembangunan senderan sudah selesai. Selain itu juga telah dilengkapi pintu air dan pembenahan saluran drainase sehingga kemampuan kawasan dalam mengendalikan genangan menjadi lebih optimal," tambahnya.


Effendi Edo juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak cukup mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan merawat infrastruktur menjadi faktor penting agar fungsi pengendalian banjir tetap berjalan maksimal.


Sementara itu, Lurah Drajat, Daniar, mengungkapkan wilayahnya menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan banjir tertinggi di Kota Cirebon sejak 2024. Pada banjir besar, ketinggian air bahkan pernah mencapai sekitar dua meter dan merendam ratusan rumah warga.


Pada Februari 2026 saja, banjir kembali terjadi dua kali dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kondisi tersebut mendorong warga terus mengusulkan pembangunan senderan serta normalisasi sungai sebagai solusi permanen.


Menurut Daniar, sedikitnya 160 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di kawasan tersebut. Karena itu, pihak kelurahan kembali mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 Kelurahan Drajat yang hingga kini masih berpotensi terdampak luapan air, termasuk kiriman dari wilayah hulu.


"Kami akan terus mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 karena kawasan itu juga masih rawan banjir. Penanganannya harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," pungkas Daniar.


Dengan pembangunan senderan, pintu air, serta pembenahan drainase yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Cirebon berharap ancaman banjir di Kelurahan Drajat dapat ditekan sehingga aktivitas dan keselamatan warga lebih terjamin saat musim penghujan tiba.


Jurnalis: Supriyanto

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update