INDRAMAYU - POPULARITAS NEWS.COM | Rumah adalah tempat berpulang, tempat berlindung, dan fondasi kehidupan berkeluarga. Setiap warga berhak tinggal di rumah yang layak, aman, dan sehat. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mewujudkan visi Indramayu REANG melalui upaya nyata memperbaiki hunian warga yang belum layak. Periode Januari–Juli 2026 mencatat capaian yang menggembirakan dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), membuktikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal gedung megah, tetapi juga soal memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang pantas.
Total 310 Unit Rumah Tidak Layak Huni Ditangani
Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, pemerintah daerah telah berhasil menangani sebanyak 310 unit Rumah Tidak Layak Huni. Angka ini bukan sekadar statistik — ia mewakili 310 keluarga yang kini dapat tinggal dengan lebih aman, nyaman, dan sehat, karena atap yang kokoh, lantai yang layak, serta dinding yang melindungi dari panas dan hujan.
Penanganan tersebut dilakukan melalui dua sumber anggaran yang saling melengkapi, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat:
- 22 unit bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu — wujud komitmen langsung pemerintah daerah untuk hadir dan mengayomi warganya;
- 288 unit bersumber dari program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) APBN — dukungan pemerintah pusat yang dikelola secara terpadu di daerah.
Kombinasi ini membuktikan bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pusat, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih luas dan merata.
Makna di Balik Setiap Unit yang Diperbaiki
Memperbaiki rumah tidak layak huni bukan sekadar urusan fisik bangunan. Ia adalah upaya meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh:
- Kesehatan keluarga terjaga — rumah yang kering, ventilasi baik, dan lantai yang tidak lembap mencegah berbagai penyakit yang kerap mengintai penghuni rumah tidak layak;
- Ketenangan dan kenyamanan tumbuh — anak-anak dapat belajar dengan tenang, orang tua dapat beristirahat dengan damai, dan suasana rumah menjadi tempat yang membahagiakan;
- Martabat dan harga diri meningkat — setiap warga berhak hidup dengan bermartabat, dan rumah yang layak adalah bagian dari penghormatan terhadap manusia;
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal — perbaikan rumah umumnya melibatkan tenaga kerja dan bahan bangunan dari lingkungan sekitar, sehingga keuntungannya berputar di masyarakat itu sendiri.
Langkah Nyata Menuju Indramayu REANG
Program penanganan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni ini sangat sejalan dengan visi Indramayu REANG — daerah yang Ramah, Ekonomi tumbuh, Aman, Ngapayuh, dan Gemilang. Kata Aman di sini bermakna aman dalam penghidupan, termasuk aman dan nyaman di dalam rumah sendiri. Pemerintahan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menegaskan bahwa tidak boleh ada warga Indramayu yang hidup dalam rumah yang membahayakan keselamatan dan kesehatannya.
Dengan 22 unit dari APBD dan 288 unit dari APBN yang telah diselesaikan, diharapkan tidak berhenti di sini. Semoga ke depan semakin banyak rumah yang diperbaiki, semakin banyak keluarga yang tersenyum, dan semakin merata kesejahteraan di seluruh penjuru Kabupaten Indramayu. Membangun rumah yang layak adalah membangun masa depan yang lebih baik — untuk anak-anak, untuk keluarga, dan untuk Indramayu yang semakin maju dan sejahtera.
(Supriyanto)
