JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Perebutan suara untuk calon Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menunjukkan peta persaingan. KH. Nurul Huda Djazuli dan TGK KH. Nuruzzahri Yahya menjadi dua nama yang paling menonjol, dengan selisih perolehan suara yang sangat tipis.
Berdasarkan perkembangan tabulasi sementara, Nurul Huda Djazuli berada di posisi pertama dengan 485 suara. Sementara Nuruzzahri Yahya membuntuti dengan 477 suara.
Cuma terpaut delapan suara. Tipis banget.
Kondisi ini membuat posisi puncak belum bisa dianggap aman. Pergerakan angka dalam tabulasi berikutnya masih berpotensi mengubah susunan papan atas.
Di bawah keduanya, AG. Dr. KH. Baharuddin, HS mengumpulkan 392 suara. Disusul KH. Miftahul Akhyar dengan 350 suara dan KH Afifuddin Muhajir sebanyak 339 suara.
Sementara tiga nama berikutnya juga masih menunjukkan perolehan yang cukup kuat. KH Anwar Iskandar memperoleh 326 suara, KH Anwar Manshur 303 suara, Prof Dr KH Said Aqil Siradj 273 suara, dan Dr KH Abun Bunyamin 268 suara.
Jika melihat perkembangan tersebut, persaingan calon AHWA mulai terbagi dalam beberapa lapis. Dua nama teratas saling kejar, sementara kelompok di bawahnya masih berupaya mempersempit jarak.
Menariknya, sembilan nama yang kini masuk papan atas sudah muncul dalam kalkulasi tabulasi sebelumnya. Artinya, belum terlihat kejutan besar berupa munculnya nama baru yang langsung menggeser kandidat-kandidat papan atas.
Justru yang terjadi adalah penguatan suara terhadap nama-nama yang sejak awal sudah masuk radar.
Namun, angka ini tetap harus dibaca sebagai perolehan sementara, bukan hasil final. Proses tabulasi dan rekapitulasi masih dapat mengubah jumlah suara maupun posisi masing-masing nama.
Sehingga untuk sementara, satu hal yang paling mencuri perhatian adalah duel di posisi teratas.
KH. Nurul Huda masih memimpin, tetapi KH. Nuruzzahri hanya berjarak delapan suara. Papan atas AHWA belum aman, dan permainan masih berjalan. (Red)
Penulis: RonnyBrown
Redaksi: PopularitasNews.com
© Copyright POPULARITAS NEWS 2026
