SURABAYA, POPULARITAS NEWS – EducationUSA Fall Fair 2026 yang menghadirkan 21 perwakilan universitas Amerika Serikat di The Westin Surabaya, Sabtu (19/9/2026), dibaca sebagai peluang lebih luas bagi Kabupaten Jombang dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi global.
Ketua Bidang Komunikasi Sosial dan Masyarakat organisasi Jombang Ibukota Nahdliyin, Agus Pamuji, yang turut menghadiri pameran tersebut, melihat kesempatan pendidikan internasional tidak semestinya berhenti pada informasi kampus, beasiswa atau keinginan pelajar melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Menurut Agus, yang lebih penting adalah bagaimana peluang tersebut dibaca pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jombang.
“Ini bukan hanya soal pameran kampus atau siapa yang nantinya bisa kuliah ke Amerika. Kita sedang melihat perubahan dunia yang begitu cepat. Pemerintah daerah harus mampu membaca peluang ini untuk menyiapkan generasi muda Jombang,” ujar Agus.
Ia menilai perubahan ekonomi global telah membawa perubahan pada pola kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi digital membuat cara orang belajar, bekerja, berusaha dan berkomunikasi ikut berubah.
Kondisi tersebut, menurut Agus, harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jombang. Sebab, perubahan teknologi dapat membuka peluang ekonomi baru, tetapi pada saat yang sama berpotensi memperlebar kesenjangan apabila masyarakat miskin dan kelompok rentan tidak memiliki akses terhadap pendidikan, teknologi dan keterampilan.
“Polarisasi dunia digital sekarang sangat kuat pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. Pemerintah harus hadir membaca perubahan ini. Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi konsumen teknologi, sementara peluang ekonominya justru dinikmati pihak lain,” katanya.
Bagi Agus, pendidikan menjadi salah satu pintu penting untuk menjawab perubahan tersebut. Karena itu, kesempatan yang hadir melalui EducationUSA perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan kapasitas generasi muda.
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Jombang perlu mulai memikirkan pola pendampingan yang lebih terarah bagi pelajar dan mahasiswa yang memiliki potensi. Tidak hanya informasi mengenai beasiswa, tetapi juga kemampuan bahasa, kesiapan akademik, keterampilan digital, pendampingan pendaftaran hingga pengenalan terhadap jejaring pendidikan internasional.
“Kalau anak-anak kita punya potensi, jangan hanya disuruh bermimpi. Mereka harus diberi jalan untuk mempersiapkan diri. Pemerintah bisa hadir melalui akses informasi, pendampingan, beasiswa dan jejaring,” jelas Agus.
Dalam pandangannya, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan. Bantuan sosial tetap diperlukan untuk masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, tetapi tidak cukup jika dijadikan satu-satunya pendekatan.
Masyarakat membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
“Bantuan sosial akan membantu kebutuhan hari ini. Tetapi pendidikan dan keterampilan bisa membuka peluang untuk kehidupan yang lebih panjang. Karena itu, pengentasan kemiskinan harus mulai dipikirkan dari bagaimana kita meningkatkan kualitas manusianya,” ujarnya.
Agus melihat kehadiran pelajar dan mahasiswa asal Jombang dalam EducationUSA Fall Fair 2026 sebagai contoh konkret bahwa potensi tersebut sudah ada.
Sejumlah pelajar dan alumni SMAN Ngoro Jombang serta mahasiswa Universitas Darul Ulum asal Jombang turut hadir untuk mencari informasi mengenai peluang studi, beasiswa dan pertukaran pelajar.
Azalea Rizky Ayu, siswi kelas XII SMAN Ngoro Jombang, misalnya, datang dengan keinginan mengikuti program pertukaran pelajar sekaligus memperkenalkan budaya Jombang ke tingkat internasional.
Sementara Delas Bugi Abdi, alumni SMAN Ngoro Jombang, menargetkan dapat melanjutkan pendidikan di salah satu universitas Amerika Serikat melalui jalur beasiswa.
Bagi Agus, keberanian mereka mencari peluang merupakan modal awal. Namun, generasi muda tidak semestinya dibiarkan berjuang sendiri ketika harus menghadapi berbagai persyaratan dan keterbatasan.
“Anak-anak Jombang jangan dibiarkan berjalan sendiri ketika dunia sedang bergerak semakin cepat. Kalau mereka sudah memiliki kemauan dan potensi, pemerintah harus hadir membuka jalan,” tegasnya.
Menurut Agus, kehadiran pemerintah bukan berarti harus menjamin setiap anak dapat kuliah di luar negeri. Yang lebih penting adalah menciptakan ekosistem agar kesempatan pendidikan dapat diakses lebih luas, termasuk oleh anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi memiliki keterbatasan.
Di titik inilah, menurutnya, pemerintah daerah perlu menghubungkan potensi anak muda dengan berbagai sumber daya yang tersedia, baik dari pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha maupun jaringan internasional.
Pameran EducationUSA juga mempertemukan peserta dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), pengelola program beasiswa dan pertukaran Fulbright di Indonesia.
Sejumlah program diperkenalkan, antara lain Fulbright Master’s Degree Scholarship, Fulbright Doctoral Degree Scholarship, Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA) dan Visiting Scholar.
Peserta juga memperoleh layanan konsultasi dari jaringan EducationUSA serta informasi prosedur visa pelajar dari Visa Office Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.
Bagi Agus, keberadaan berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa peluang pendidikan internasional sebenarnya tersedia. Tantangannya adalah bagaimana informasi dan kesempatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi akses yang lebih nyata bagi masyarakat Jombang.
“Peluangnya sudah ada. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana peluang itu bisa sampai kepada masyarakat. Jangan sampai informasi bagus hanya berhenti di ruang pameran,” katanya.
Pandangan tersebut juga bertemu dengan langkah Ketua Forum Koordinasi Insan Pers Jombang (IPJ), Ronny Brown, yang membawa pelajar dan alumni Jombang dalam forum pendidikan tersebut.
Di sela kegiatan, Brown berdiskusi dengan Kepala Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Courtney J. Wood. Pembicaraan antara keduanya menyentuh peluang peningkatan kapasitas akademik generasi muda serta kemungkinan memperluas komunikasi pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat.
Courtney menyambut terbuka kemungkinan tersebut. Ia mengatakan pihak Konsulat Jenderal Amerika Serikat terbuka untuk mengetahui kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jombang dan peluang yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kalau Pemerintah Jombang membutuhkan apa dan apa yang Amerika bisa berikan kepada masyarakat Jombang, kami sangat terbuka,” ujar Courtney.
Bagi Agus, ruang komunikasi seperti itu perlu terus dibangun. Hubungan internasional di tingkat daerah tidak harus selalu dimulai dari agenda besar, tetapi dapat berangkat dari kebutuhan konkret masyarakat, terutama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang untuk bergerak lebih cepat membaca perubahan dan tidak hanya merespons persoalan setelah muncul.
Sebab, ketika pola ekonomi dan kehidupan masyarakat sudah berubah karena teknologi, kebijakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat juga perlu ikut menyesuaikan.
“Perubahan tidak menunggu kita siap. Pemerintah harus membaca ke depan. Kalau kita ingin mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, maka anak-anak muda Jombang harus diberi kemampuan untuk ikut mengambil bagian dalam perubahan global,” pungkas Agus.
EducationUSA Fall Fair 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ruang bertemunya pelajar dengan kampus Amerika Serikat. Bagi Jombang, forum tersebut memperlihatkan adanya peluang yang dapat dikembangkan lebih jauh dari akses pendidikan internasional, beasiswa, pertukaran pelajar hingga jejaring antarpemerintah.
Persoalannya bukan semata apakah putra daerah mampu menangkap peluang tersebut, tetapi bagaimana ekosistem di daerah ikut membuka jalan agar potensi yang sudah tumbuh tidak berjalan sendirian, (Red)
Penulis: R. Wijaya
Redaksi: PopularitasNews.com
© Copyright POPULARITAS NEWS 2026
