Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sidak SPPG di Plandaan Temukan IPAL Keruh dan Berbau, Kadikbud: Sekolah Jangan Cuma Terima Makanan

Monday, September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T05:45:12Z


JOMBANG, POPULARITAS NEWSPengawasan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang tidak hanya menyasar dapur penyedia makanan. Sekolah penerima manfaat juga diminta menjadi bagian dari pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik.


Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, saat menyambangi MI Islamiyah, Plandaan, Senin (14/9/2026), bersama jajaran Satgas SPPG. Ia meminta sekolah tidak sekadar menerima dan membagikan makanan, tetapi memastikan makanan yang datang dalam kondisi aman dan layak.


“Sekolah adalah bagian penting dalam memastikan program ini berjalan dengan baik. Jangan hanya menerima, tetapi juga ikut mengawasi. Karena yang kita layani adalah anak-anak, sehingga keamanan, kebersihan, kelayakan, dan kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama,” kata Wor Windari.


Menurut Wor, sekolah perlu melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang diterima. Kondisi makanan, kebersihan, kemasan, jumlah, hingga kualitas harus diperhatikan sebelum makanan diberikan kepada siswa.


Sekolah juga diminta segera melaporkan apabila menemukan makanan yang bermasalah atau tidak sesuai ketentuan. Dengan laporan cepat, persoalan diharapkan tidak berlanjut hingga makanan dikonsumsi peserta didik.


Penekanan tersebut muncul bersamaan dengan inspeksi mendadak Satgas SPPG Jombang di dua fasilitas SPPG di Kecamatan Plandaan. Sidak dipimpin Sekretaris Daerah Jombang Agus Purnomo selaku Ketua Satgas SPPG, dengan melibatkan sejumlah OPD teknis.


Di SPPG Pesantren, Satgas tidak menemukan persoalan teknis yang krusial. Namun, mesin pengemas atau Chiller disebut belum tersedia.


Sementara di SPPG Karangmojo, tim menemukan persoalan pada pengelolaan limbah. IPAL pembuangan akhir terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tidak sedap.


“Pagi ini kita melakukan sidak di dua tempat. Untuk SPPG yang pertama, yakni SPPG Pesantren, kita temukan tidak ada permasalahan teknis, namun terdapat kekurangan yang belum tersedia, yakni mesin sealer. Sementara di SPPG Karangmojo, kita menemukan IPAL pembuangan akhir yang keruh dan berbau,” kata Agus.


Satgas meminta pengelola SPPG Karangmojo segera melakukan pembenahan. Pemeriksaan ulang dijadwalkan dilakukan pekan depan untuk melihat tindak lanjut atas temuan tersebut.


Bagi sekolah, pesan Kadikbud menjadi pengingat bahwa pengawasan tidak berhenti ketika makanan keluar dari dapur SPPG. Ada satu tahapan terakhir sebelum makanan masuk ke tubuh anak-anak: makanan diterima di sekolah dan diperiksa sebelum dikonsumsi.


Di titik inilah sekolah diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi lapis pengawasan terakhir dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan aman, (Red) 


Penulis: Ronny Brown

Redakasi: PopularitasNews.com

© Copyright POPULARITAS NEWS 2026

×
Berita Terbaru Update