![]() |
| Peragaan Mbok Rondo Menggunting Rambut sang Pangeran Pajajaran | Foto: Doc. R. Wijaya/Popularitas News 12 September 2026 |
MOJOAGUNG, POPULARITAS NEWS — Siswa-siswi SMK Negeri Mojoagung turut ambil bagian dalam pawai budaya Wirosobo Culture Fest 2026 dengan mengangkat cerita legenda Kali Gunting sebagai tema yang ditampilkan dalam karnaval, Sabtu (12/9/2026).
Tema tersebut tidak hanya diwujudkan melalui busana dan penampilan peserta, tetapi juga menjadi upaya mengenalkan kembali cerita budaya lokal kepada generasi muda.
Guru Seni Budaya SMKN 1 Mojoagung, Juwita Khoirunnisa, mengatakan pemilihan tema Kali Gunting berangkat dari cerita sejarah dan legenda yang berkembang di masyarakat Mojoagung. Menurutnya, pengenalan budaya lokal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan budaya, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya.
Juwita berharap kegiatan karnaval tidak dipandang sebatas agenda tahunan yang selesai ketika acara berakhir. Lebih dari itu, kegiatan budaya dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal nilai-nilai luhur yang masih berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Ketua Panitia Karnaval, Guru Seni dan Budaya SMKN Mojoagung - Jombang, Juwita Khoirunnisa |
“Harapannya, generasi muda tidak menganggap karnaval hanya sebagai ajang tahunan. Tetapi bisa dipelajari dari sisi nilai budaya luhur yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari,” ujar Juwita.
Ia menilai budaya tidak berhenti pada cerita rakyat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di balik cerita tersebut terdapat nilai yang dapat menjadi bahan pembelajaran, termasuk mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, masyarakat, serta aspek spiritualitas.
“Budaya bukan soal cerita rakyat yang hanya berlalu. Budaya memberikan pemahaman tentang spiritualitas dan bagaimana nilai-nilai itu bisa diterapkan dalam kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala SMK Negeri Mojoagung, Sudarso, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan siswa dalam Wirosobo Culture Fest 2026. Keikutsertaan pelajar dalam kegiatan budaya dinilai menjadi bagian dari proses pendidikan di luar ruang kelas, khususnya dalam mengenalkan potensi dan identitas budaya daerah.
Menurut Sudarso, kegiatan semacam ini penting karena siswa tidak hanya dituntut mampu menampilkan kreativitas, tetapi juga memahami latar belakang budaya yang mereka bawakan. Dengan begitu, keterlibatan dalam karnaval tidak berhenti pada persoalan penampilan, melainkan memiliki nilai edukasi dan pembentukan karakter.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap budaya lokal sekaligus mendorong mereka untuk ikut menjaga keberadaannya di tengah perkembangan zaman.
Melalui tema Kali Gunting, para siswa diajak mengenal kembali salah satu cerita lokal yang berkembang di wilayah Mojoagung. Cerita tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk visual dan pertunjukan dalam pawai budaya.
Bagi SMKN Mojoagung, keterlibatan pelajar dalam Wirosobo Culture Fest 2026 sekaligus menjadi cara untuk mempertemukan pembelajaran seni dan budaya dengan ruang publik. Siswa tidak hanya belajar tentang seni di lingkungan sekolah, tetapi juga mengenal cerita, tradisi, dan identitas budaya yang tumbuh di daerahnya.
Pesan yang ingin dibawa pun sederhana: pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar karnaval setiap tahun. Generasi muda perlu memahami cerita dan nilai yang ada di balik setiap budaya agar warisan tersebut tetap memiliki makna dalam kehidupan masyarakat. (Red)
Penulis: Ronny Brown
Redaksi: PopularitasNews.com
© Copyright POPULARITAS NEWS 2026


