CIREBON, POPULARITAS NEWS.COM
19 September 2026 – Suasana haru bercampur sukacita mewarnai acara resepsi pernikahan putra dari Bapak Nurhadi, seorang jurnalis senior yang dikenal aktif di Kabupaten Cirebon. Bertempat di kediaman keluarga di Desa Cilukrak, Kecamatan Palimanan, acara yang digelar pada Sabtu (19/9/2026) ini tidak hanya sekadar perayaan pernikahan, melainkan berubah menjadi momen silaturahmi akbar yang mempertemukan kalangan pers, tokoh organisasi, hingga aparatur desa dan keamanan.
Nurhadi, yang sehari-hari berprofesi sebagai pencari berita, kali ini berada di sisi lain sebagai tuan rumah. Kehadirannya yang rendah hati dan dedikasinya selama bertahun-tahun di dunia jurnalistik tampak terbayar lunas melalui antusiasme ratusan tamu undangan yang datang untuk memberikan doa restu.
Solidaritas Bikers Jurnalis Indonesia (BJI) dan Pengurus Inti PWCR
Sorotan utama acara ini adalah tingginya tingkat solidaritas dari komunitas wartawan, khususnya dari wadah Bikers Jurnalis Indonesia (BJI) dan Persatuan Wartawan Cirebon Raya (PWCR). Berbagai perwakilan media massa tumpah ruah, bukan untuk meliput berita keras, melainkan untuk hadir secara pribadi sebagai bentuk dukungan moral dan persaudaraan sesama insan pers.
Kehadiran tokoh-tokoh penting organisasi profesi semakin memeriahkan suasana. Arif Yolando, Ketua Umum Bikers Jurnalis Indonesia (BJI) Cabang Cirebon, turut hadir langsung bersama jajaran pengurusnya. Dalam sambutannya, Arif menekankan bahwa BJI hadir tidak hanya sebagai komunitas hobi otomotif, tetapi sebagai wadah pemersatu para jurnalis yang mengedepankan persaudaraan dan marwah wartawan.
"Ini adalah bukti bahwa ikatan kekeluargaan di antara kami para jurnalis, khususnya di bawah naungan BJI, sangat kuat. Di luar tugas mencari berita, kami adalah satu keluarga besar yang saling mendukung," ujar Arif Yolando di sela-sela acara.
Dari kubu PWCR, kehadiran para pengurus inti menunjukkan betapa eratnya hubungan antar-wartawan di Cirebon Raya. Bung Sobur, selaku Ketua PWCR, hadir didampingi oleh Bagian Humas dan Sekretaris Umum (Sekum) organisasi. Kehadiran tim inti PWCR ini menegaskan bahwa organisasi tidak hanya bergerak dalam ranah advokasi pers, tetapi juga aktif merawat tali silaturahmi antar-anggotanya di tengah kesibukan masing-masing.
Tak ketinggalan, delegasi dari wilayah tetangga pun turut meramaikan. Bung Sugi MJP, perwakilan dari tim BJI Kuningan, terlihat aktif bersilaturahmi. Kedatangannya menunjukkan bahwa batas administratif kabupaten tidak membatasi rasa persaudaraan antar-jurnalis bikers di wilayah Cirebon Raya. "Senang bisa hadir dan ikut mendoakan kebahagiaan keluarga Pak Nurhadi. Ini momen langka di mana kita bisa kumpul santai tanpa deadline berita," canda Sugi sambil bersalaman dengan para rekan sejawat.
Dukungan Penuh Dari Aparat dan Tokoh Desa
Keistimewaan acara ini juga terlihat dari kehadiran unsur pemerintahan dan keamanan setempat yang menunjukkan hubungan harmonis antara media dan masyarakat. Perangkat Desa Cilukrak, termasuk Bapak Mandor, hadir untuk memastikan kelancaran acara sekaligus memberikan ucapan selamat.
Dari sisi keamanan, kehadiran Babinmas dan Babinsa Desa Cilukrak menambah kesan khidmat dan tertibnya acara. Partisipasi aktif mereka mencerminkan sinergi positif antara aparat kewilayahan dengan tokoh masyarakat seperti Nurhadi. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan jurnalis di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang dihormati oleh semua lapisan.
Lebih Dari Sekadar Hajatan
Bagi Nurhadi, acara pernikahan anaknya ini adalah wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, serta bentuk terima kasih kepada rekan-rekan sejawat dan masyarakat yang telah mendukung perjalanan karirnya.
"Terima kasih kepada semua rekan-rekan media, ketua BJI dan PWCR beserta jajarannya, bapak-bapak perangkat desa, serta bapak-bapak TNI dan Polri yang telah meluangkan waktu. Kehadiran kalian adalah hadiah terbesar bagi kami," ucap Nurhadi dengan penuh haru.
Acara berakhir dengan ramah tamah dan foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan antara elemen pers, organisasi bikers jurnalis, dan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik ketajaman pena dan kamera, para jurnalis juga memiliki sisi humanis yang hangat dan penuh kasih sayang.
(Supriyanto)
