![]() |
| Penampakan Kluster Mewah Lapas Kelas IIA Cibinong yang Dicurangi Sebagai Hunian Warga Binaan. | Doc. Foto: Istimewa |
BOGOR, POPULARITAS NEWS – Tembok lapas mestinya menjadi batas yang tegas antara kehidupan warga binaan dan dunia luar. Tapi temuan Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong justru membuka cerita lain. Di balik tembok itu, ditemukan kawasan dengan penampakan jauh dari kesan hunian lapas.
Bukan sekadar kamar. Ombudsman menemukan sejumlah bangunan yang bentuknya disebut menyerupai rumah petak, homestay, bahkan kluster. Fasilitasnya pun bikin kening berkerut: sofa, televisi, kulkas, meja makan, dapur, kamar tidur hingga pendingin ruangan.
Di kawasan tersebut, Ombudsman juga menemukan fasilitas gym, kolam, simulator golf yang masih dalam pembangunan, serta dua mobil mewah.
Yang membuat temuan ini makin panas bukan soal sofa atau kulkasnya. Ombudsman menyebut bangunan tersebut dihuni warga binaan. Salah satu penghuni bahkan disebut mengaku membayar untuk menempati hunian tersebut.
Nah, di titik inilah kecurigaan mulai masuk wilayah serius.
Kalau memang ada pembayaran, uangnya ke mana? Siapa yang menentukan siapa boleh menempati bangunan itu? Apa dasar penempatannya? Dan kalau benar ada fasilitas khusus, apakah semua warga binaan punya akses yang sama?
Belum selesai satu pertanyaan, muncul persoalan lain.
Ombudsman mengaku dua kali mengalami hambatan saat hendak melakukan pemeriksaan. Pada Juli 2026, tim Ombudsman disebut tidak mendapat akses. Saat kembali pada 23 September, proses pemeriksaan kembali diwarnai ketegangan hingga terjadi cekcok dan aksi saling dorong dengan petugas.
Ironisnya, setelah berhasil masuk, justru ditemukan kawasan yang selama ini berada di balik pagar pengamanan lapas.
![]() |
| Penampakan Closed duduk Setara Fasilitas Hotel |
Temuan lain juga tak kalah bikin mata melek. Ombudsman menyebut menemukan minuman beralkohol di salah satu bangunan. Ada pula keterangan mengenai dugaan pungutan terhadap keluarga warga binaan.
![]() |
| Lengkap dengan peralatan dapur dan perlengkapan mewah lainnya |
Namun kecurigaan ini belum bisa dijadikan laporan merata.
Kanwil Ditjenpas Jawa Barat memberikan penjelasan berbeda. Kawasan tersebut disebut sebagai area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sementara bangunan yang disorot Ombudsman disebut merupakan rumah dinas jabatan yang memiliki dasar administrasi.
Di sinilah oper bola panas di tangan Ditjenpas.
Sebab kalau benar rumah dinas, harus terang siapa pemegang SK, siapa penghuninya dan bagaimana bisa warga binaan berada di dalamnya.
Sebaliknya, jika benar ada warga binaan yang membayar untuk tinggal di sana, maka pertanyaan berikutnya jauh lebih sederhana: siapa yang menerima uangnya?
Ditjenpas telah membentuk tim pemeriksa. Ombudsman juga meminta fasilitas khusus tersebut dibongkar dan melakukan evaluasi menyeluruh.
Publik tinggal menunggu satu hal: apakah tembok Lapas Cibinong hanya menyimpan warga binaan, atau juga menyimpan tata kelola yang selama ini tidak kelihatan dari luar? (Red)
Penulis: Ronny Brown
Redaksi: Popularitas News
© Copyright 2026


