JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Semarak Ringin Contong Carnival (RCC) 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang tidak hanya menghadirkan panggung kreativitas seni dan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat. Perpaduan busana artwear, pertunjukan tari, dan kekayaan budaya lokal mendapat apresiasi dari Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatullah, yang akrab disapa Gus Sentot.
Di tengah kemeriahan parade pada Sabtu (17/10/2026) malam, Gus Sentot menilai penyelenggaraan karnaval menjadi salah satu cara kreatif untuk merawat warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Menurutnya, pengemasan budaya melalui event yang menarik dan mengikuti perkembangan zaman dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan identitas daerahnya sendiri.
“Event seperti ini patut diapresiasi karena budaya lokal bisa ditampilkan dengan kemasan yang kreatif dan menarik. Tradisi tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Gus Sentot.
Ia menilai, keberadaan Ringin Contong Carnival memberikan ruang bagi para seniman, desainer, pelajar, dan komunitas kreatif untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kreativitas tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat dikembangkan menjadi daya tarik yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Gus Sentot juga memberikan apresiasi kepada kontingen dari Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Trenggalek yang turut ambil bagian dalam RCC 2026.
Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai memperkaya keberagaman pertunjukan sekaligus membuka kesempatan bagi daerah-daerah untuk saling mengenal kekayaan seni dan budayanya.
“Partisipasi Nganjuk dan Trenggalek tentu menjadi nilai tambah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya bisa menjadi ruang silaturahmi, pertukaran kreativitas, dan kolaborasi antardaerah. Kita bisa saling belajar sekaligus memperkenalkan keunikan budaya masing-masing,” ungkapnya.
Menurut Gus Sentot, keterlibatan lintas daerah perlu terus didorong agar Ringin Contong Carnival tidak hanya menjadi agenda lokal, tetapi juga berkembang sebagai ruang pertemuan para pelaku seni dan budaya dari berbagai wilayah.
Kolaborasi semacam ini diharapkan memperluas jejaring komunitas kreatif, memperkuat promosi pariwisata, dan meningkatkan daya tarik Jombang sebagai daerah yang terbuka terhadap pertukaran gagasan serta inovasi.
Lebih jauh, Gus Sentot melihat penyelenggaraan event berskala besar seperti RCC 2026 memiliki potensi ekonomi yang perlu diperhatikan. Kehadiran masyarakat dan pengunjung dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan, mulai dari perdagangan makanan dan minuman, penjualan produk lokal, hingga berbagai jasa yang dibutuhkan selama acara berlangsung.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keramaian tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan penjualan.
“Jangan sampai kita melihat karnaval hanya sebagai tontonan. Ada potensi perputaran ekonomi di dalamnya. Ketika masyarakat datang, pelaku UMKM juga harus mendapatkan kesempatan untuk berjualan, memperkenalkan produknya, dan merasakan manfaat dari kegiatan ini,” tegas Gus Sentot.
Ia berharap penyelenggaraan event daerah ke depan semakin memperhatikan keterlibatan pelaku UMKM, termasuk dalam penataan lokasi berjualan, promosi produk lokal, serta pemberian ruang usaha yang tertib dan mudah dijangkau pengunjung.
Dengan perencanaan yang baik, kemeriahan sebuah acara diharapkan tidak hanya dinikmati di atas panggung, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang ikut menggerakkan kegiatan tersebut.
Gus Sentot berharap Pemerintah Kabupaten Jombang terus mengembangkan Ringin Contong Carnival melalui gagasan-gagasan baru tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Menurutnya, keberlanjutan event membutuhkan evaluasi dan inovasi dari tahun ke tahun, baik dalam kualitas pertunjukan, pengembangan tema, pelibatan komunitas, maupun strategi promosi agar semakin dikenal masyarakat di luar Jombang.
“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkreasi dan berinovasi. Potensi budaya yang kita miliki sangat besar. Tinggal bagaimana dikemas dengan baik, melibatkan lebih banyak komunitas, memberi ruang kepada generasi muda, serta memastikan masyarakat dan UMKM ikut merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku seni, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
Bagi Gus Sentot, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi daerah bukan dua hal yang harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat saling menguatkan ketika sebuah event dirancang dengan identitas yang jelas, kreativitas yang terjaga, dan keberpihakan pada keterlibatan masyarakat.(*)
Penulis: R. Wijaya
Redaksi: POPULARITAS NEWS
© Copyright 2026
