Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Simfoni Batik Jombang 2026 Dorong Ekonomi Kreatif, 116 Peserta Jadi Panggung Promosi Produk Lokal

Tuesday, October 20, 2026 | October 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T11:46:22Z

 

Doc. Foto: Brown - Popularitas News

JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Pengembangan batik dan kerajinan lokal menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar produk unggulan daerah. Melalui Simfoni Batik Jombang 2026 di Alun-alun Jombang, Selasa (20/10/2026), Dekranasda mendorong promosi, inovasi desain, regenerasi perajin, dan peningkatan daya saing produk lokal.


Kegiatan yang melibatkan 116 peserta fashion show dari berbagai kelompok usia tersebut tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan batik Jombang kepada masyarakat yang lebih luas. Pendekatan ini diharapkan membuka peluang agar batik semakin diminati konsumen lintas generasi.


Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, mengatakan Jombang memiliki kekayaan motif, karakteristik batik, serta potensi kerajinan yang perlu terus dikembangkan. Potensi tersebut, menurutnya, harus diikuti upaya promosi dan pemasaran agar karya para perajin memperoleh apresiasi yang lebih luas.


“Kami memiliki kekayaan motif dan ciri khas yang layak dikenal luas. Ada tangan-tangan terampil yang terus bekerja, ada ide-ide kreatif yang terus tumbuh, dan ada harapan agar batik Jombang semakin dicintai, bukan hanya oleh masyarakat kita sendiri, tetapi juga oleh masyarakat di luar daerah,” ujar Yuliati.


Ia menegaskan, pengembangan batik tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan fashion show. Diperlukan langkah berkelanjutan untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, dan mendampingi perajin agar mampu menjawab kebutuhan pasar.


Dalam kegiatan tersebut, fashion show dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti peserta kategori sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan sesi kedua melibatkan peserta sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), serta masyarakat umum.


Jumlah 116 peserta juga selaras dengan peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-116 tahun ini. Keterlibatan lintas generasi diharapkan menumbuhkan kebanggaan terhadap batik sekaligus memperluas penerimaan produk lokal sebagai bagian dari tren busana sehari-hari.


Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, menilai batik dan kerajinan daerah memiliki potensi lebih dari sekadar warisan budaya. Jika dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan pemasaran yang tepat, produk kerajinan dapat menjadi bagian penting dari industri ekonomi kreatif dan sumber penghidupan masyarakat.


Momen foto bersama ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin | Doc. Foto: Brown - Popularitas News


Ia mengingatkan bahwa setiap kain batik menyimpan cerita, filosofi, dan proses kerja para perajin yang perlu dihargai serta dilestarikan.


“Kalau batik kita mau diklaim sama negara lain, itu rasanya sakit hati, ya kan? Jadi itulah pentingnya bagaimana kita terus melestarikan selembar kain yang kita kenal dengan kain batik, karena di situ banyak cerita, keringat, filosofi yang tertera di dalamnya,” kata Arumi.


Menurutnya, Kabupaten Jombang memiliki potensi kerajinan yang beragam, termasuk batik dan kerajinan manik-manik berbahan kaca. Kekhasan produk tersebut perlu dijaga sekaligus dikembangkan agar memiliki identitas kuat dan daya tarik di pasar.


Arumi juga menyoroti dua tantangan dalam pengembangan industri kerajinan, yakni regenerasi perajin dan relevansi produk. Regenerasi dibutuhkan agar keterampilan produksi tidak terputus, sedangkan inovasi diperlukan agar produk tetap sesuai dengan perkembangan selera konsumen.


Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan peserta mulai dari tingkat SD hingga masyarakat umum. Menurutnya, pengenalan batik sejak dini dapat membangun kebanggaan sekaligus membuka peluang tumbuhnya pasar dari kalangan generasi muda.


“Batik tidak hanya dipakai pada saat kondangan saja, kawinan saja, tapi di mana pun, kapan pun itu ada motifnya, ada batiknya,” tegasnya.


Untuk mendorong kerajinan lokal semakin kompetitif, Arumi menyampaikan komitmen Dekranasda Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pengembangan wirausaha baru, pendampingan desain, peningkatan standar kualitas produk, serta perluasan akses pasar digital bagi perajin di berbagai daerah, termasuk Jombang.


Upaya tersebut penting agar perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk dengan ciri khas budaya, tetapi juga mengembangkan desain, kualitas, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Ketua Dekranasda, Arumi Bachsin | Doc. Foto: Brown - Popularitas News


Sinergi antara Dekranasda provinsi, Dekranasda kabupaten/kota, pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha juga diperlukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Kolaborasi ini diharapkan membantu produk kerajinan lokal menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang usaha bagi para perajin.


Kegiatan Simfoni Batik Jombang 2026 turut dihadiri Ketua Dekranasda dari Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Lamongan, dan Gresik. Kehadiran perwakilan lintas daerah tersebut menjadi bagian dari pertemuan antarpemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan kerajinan dan produk unggulan daerah.


Melalui kegiatan ini, batik Jombang diharapkan semakin dikenal sebagai produk budaya sekaligus produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah. Keberlanjutan pengembangannya akan bergantung pada kemampuan menjaga kualitas, melahirkan inovasi, menyiapkan generasi penerus, dan memperluas akses pemasaran agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh para perajin serta masyarakat. (*)



Penulis: R. Wijaya

Redaksi: POPULARITAS NEWS

© Copyright 2026

×
Berita Terbaru Update