KUNINGAN – POPULARITASNEWS.COM
Di balik indahnya kerajinan tangan khas Kuningan, tersimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Industri ini bukan hanya soal estetika, tetapi tentang nasib ribuan tenaga kerja dan denyut nadi ekonomi daerah.
Memasuki periode kepengurusan 2025–2030, Dekranasda Kuningan di bawah nahkoda Hj. Ela Helayati, S.Sos., M.Si., memiliki visi besar: membawa kerajinan lokal naik kelas. Tidak hanya sebagai cendera mata, tetapi sebagai komoditas global yang bernilai tinggi.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Hj. Ela menyadari bahwa kerja sendiri tidak akan cukup. Diperlukan orkestrasi kolaborasi lintas sektor. Pendidikan harus hadir untuk mencetak pengrajin muda yang inovatif, pariwisata membuka etalase lewat wisata edukasi, dan dunia usaha membuka keran pasar.
“Kami berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dunia usaha, serta komunitas seni dan budaya,” tutur Hj. Ela.
Strategi yang digulirkan pun cukup membumi namun berdampak besar. Sentra-sentra kerajinan akan disulap menjadi destinasi wisata edukasi dan belanja yang hidup. Di sisi lain, pembentukan aggregator ekspor akan menjadi jembatan bagi produk Kuningan untuk menyeberang ke luar negeri.
Bagi Hj. Ela, kerajinan adalah identitas yang harus berdaya saing.
“Dengan inovasi dan penguatan kualitas, kerajinan lokal diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi yang membuka lapangan kerja,” ungkapnya optimis.
Melalui langkah-langkah ini, Kuningan tidak hanya ingin dikenal karena alamnya, tetapi juga karena karya tangan warganya yang mendunia.
(Supriyanto)
