Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Emma "Speak Up"! Bantah Keras Isu Sunat Pokir 30 Persen: "Di Desa Saya Semuanya Nol Potongan!"

Saturday, February 21, 2026 | February 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T16:24:56Z


JOMBANG, PopularitasNews.com – Nama Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP, Junita Erma Zakiyah alias Emma, mendadak jadi buah bibir. Bukan soal prestasi, tapi karena namanya diseret-seret dalam isu miring pemotongan dana Pokok Pikiran (Pokir) TA 2026 yang lagi dipelototi Unit Tipidkor Polres Jombang.


​Gak mau isu ini makin liar, Emma langsung kasih statement tegas: Hoax!


​Emma membantah keras kalau ada main mata atau potong-memotong dana aspirasi sampai 30 persen seperti yang dituduhkan. Menurutnya, bantuan yang dia salurkan ke desa-desa murni tanpa embel-embel "biaya administrasi" ilegal.


​"Desa-desa yang semua kasih BK (bantuan pokir) itu nol, Mas. Tanpa potongan sama sekali," tegas Emma saat dikonfirmasi.


​Dia bahkan berani kasih daftar desa yang bisa dikroscek langsung kebenarannya. "Cek aja ke Kwaron, Bulurejo, Balongbesuk, Cukir, sampai Ceweng. Semuanya nol! Gak ada itu potongan-potongan," tambahnya, seolah menantang siapa pun yang mau membuktikan omongannya.


​Meski Emma sudah membantah, kabar ini terlanjur mencuat setelah seorang pengurus yayasan di Diwek berinisial AZ (53) curhat ke media. Ini dia alur ceritanya:


- Proposal yang "Menyusut": AZ awalnya ajuin Rp 250 juta, tapi yang disetujui cuma Rp 200 juta.


- Muncul Sosok Operator: Di tengah proses verifikasi yang harusnya cair Maret nanti, muncul nama LK dari Desa Kayangan. LK ini disebut-sebut sebagai operator "orangnya Bu Junita" yang bertugas mungut potongan 30 persen.


- Diterima Cuma Rp 140 Juta: AZ mengaku dana Rp 200 juta itu bakal disunat sampai sisa Rp 140 juta doang, plus sudah dibebani biaya bikin LPJ dan pajak.


​Soal keterlibatan LK yang disebut sebagai orang kepercayaannya, Emma mengaku belum bisa memastikan siapa oknum tersebut. "Satu desa itu ada banyak operator penghubung. Nama yang mirip-mirip juga banyak, kayak nama Rini aja ada tiga. Nanti saya cek lagi," pungkasnya kalem.


​Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi kalau Unit Tipidkor sudah mulai pasang radar. "Iya Mas, sudah monitor. Nanti akan dilaksanakan penyelidikan secara prosedural," tegas Dimas.


 (brown)

×
Berita Terbaru Update