JOMBANG, PopularitasNews.com - Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menunjukkan komitmennya terhadap sektor pertanian dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengadaan pupuk tembakau pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap petani tembakau yang selama ini tidak memperoleh akses pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Eko Purwanto memastikan bahwa program bantuan pupuk bagi petani tembakau tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, keberlanjutan program ini menjadi prioritas karena tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang menyerap banyak tenaga kerja musiman.
“Insya Allah ada, karena untuk tembakau itu tidak dapat pupuk subsidi,” ujarnya.
Eko menjelaskan, saat ini Disperta masih melakukan proses identifikasi kebutuhan di lapangan. Pendataan tersebut mencakup luas lahan tanam, jumlah petani penerima, hingga jenis pupuk yang paling dibutuhkan. Setiap wilayah memiliki karakteristik tanah dan kebutuhan pemupukan yang berbeda, sehingga pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan budidaya.
Ia menambahkan, jenis pupuk yang biasanya digunakan dalam budidaya tembakau antara lain pupuk NPK, ZA, serta pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Namun, fluktuasi harga pupuk nonsubsidi di pasaran kerap menjadi kendala bagi petani. Kenaikan harga bahan baku dan distribusi membuat biaya produksi meningkat, sementara harga jual tembakau tidak selalu stabil mengikuti kenaikan tersebut.
Selain persoalan harga, kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan kuota anggaran daerah dibandingkan dengan luas areal tanam tembakau yang cukup besar. Tidak semua petani bisa menerima bantuan dalam jumlah penuh sesuai kebutuhan lahannya. Oleh karena itu, mekanisme pembagian bantuan biasanya dilakukan secara proporsional berdasarkan luas tanam dan hasil verifikasi kelompok tani.
Di sisi lain, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Curah hujan yang tidak menentu dapat memengaruhi efektivitas pemupukan dan pertumbuhan tanaman tembakau. Kondisi tersebut membuat petani harus lebih cermat dalam menentukan waktu tanam dan aplikasi pupuk, agar kualitas daun tetap terjaga.
Pemkab Jombang berharap, melalui alokasi anggaran ini, produktivitas dan kualitas tembakau lokal dapat meningkat sehingga daya saingnya tetap terjaga di pasaran. Pemerintah daerah juga membuka ruang evaluasi setiap musim tanam untuk memperbaiki skema distribusi bantuan agar lebih transparan dan akuntabel.
Dengan dukungan tersebut, petani tembakau di Jombang diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha tani di tengah berbagai tantangan yang ada.
(brown)
