JOMBANG, PopularitasNews.com - Di gedung-gedung pemerintahan Jombang, sebuah iklim baru sedang diupayakan untuk tumbuh. Jumat (27/2) lalu, saat pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) resmi dikunci, bukan sekadar jumlah pelamar yang menjadi sorotan, melainkan sebuah janji moral yang dipacak kuat-kuat oleh panitia seleksi.
Sebanyak 29 birokrat kini berdiri di beranda babak baru. Mereka lolos seleksi administrasi, membawa mimpi untuk menakhodai lima dinas strategis. Namun, di atas segala kualifikasi teknis dan manajerial, ada satu "pagar api" yang dipasang oleh Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo: sebuah komitmen untuk menjaga marwah birokrasi agar tetap suci dari noda pungutan.
Bagi Agus Purnomo, kursi eselon II bukanlah barang dagangan yang bisa ditawar di ruang-ruang gelap. Dalam setiap kalimatnya, ia menegaskan bahwa profesionalisme adalah satu-satunya mata uang yang laku dalam kompetisi ini.
"Semua tahapan dilakukan secara terbuka dan profesional," ujarnya dengan nada yang tenang namun penuh penekanan.
Keterbukaan ini menjadi pesan bagi siapa saja, termasuk satu pelamar dari Kabupaten Mojokerto yang turut mengadu peruntungan bahwa di Jombang, kompetensi adalah panglima. Tak ada karpet merah bagi kedekatan, hanya ada pembuktian kapasitas.
Yang paling menarik perhatian adalah cara Agus mengunci rapat setiap spekulasi publik mengenai "mahar" jabatan. Ia membawa mandat besar dari pimpinan daerah untuk memastikan bahwa proses ini "steril" dari segala bentuk praktik transaksional yang kerap menghantui birokrasi di tanah air.
"Sesuai komitmen Abah Bupati dan Gus Wabup, kami tegaskan tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun," pungkas Agus dengan kalimat yang seolah menjadi maklumat penutup bagi para pemburu celah.
Pernyataan "Tanpa Upeti" ini menjadi ruh dari seluruh proses seleksi. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa siapapun yang terpilih nantinya, mereka berangkat dengan tangan yang bersih dan beban moral yang hanya tertuju pada pengabdian kepada rakyat, bukan pada pemberi "uang pelicin".
Beberapa dinamika menarik turut mewarnai proses ini:
- Magnet Terbesar: Kursi Staf Ahli Bidang SDM menjadi posisi paling diminati dengan 8 pelamar, termasuk satu-satunya kandidat eksternal dari Pemkab Mojokerto.
- Dominasi Internal: Dinas PUPR mencatatkan persaingan internal yang sangat ketat, di mana mayoritas kandidat berasal dari struktur internal dinas tersebut (Kepala Bidang dan Sekretaris).
Kini, 29 nama tersebut harus bersiap melintasi ujian kompetensi manajerial (assesment). Di hadapan mereka, bukan hanya soal teknis pekerjaan yang diuji, melainkan ketahanan mereka untuk tetap tegak di bawah bayang-bayang integritas yang telah dicanangkan dengan begitu kaku, (brown).
