Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

170 Buruh Kepung Gudang PT Indomarco Jombang, Tuntut Hak Lembur dan Tolak Intimidasi

Tuesday, May 26, 2026 | May 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-26T19:06:36Z

JOMBANG, POPULARITAS NEWS — Sebanyak 170 peserta aksi yang terdiri dari buruh Mojokerto dan internal pekerja PT Indomarco Prismatama menggelar demonstrasi di depan gudang distribusi perusahaan di Jalan Peterongan, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Selasa (26/5/2026). Aksi tersebut juga mendapat dukungan buruh dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Jember.

Massa yang tergabung dalam Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) itu melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran hak pekerja, khususnya terkait pembayaran upah lembur saat hari libur nasional.

Koordinator lapangan aksi, Hasan Bisri, mengatakan persoalan di Cabang Jombang belum menemukan penyelesaian meski mediasi telah beberapa kali dilakukan bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang.

“Daerah lain sudah ada penyelesaian lewat perundingan. Tapi di Jombang justru buntu. Karena itu kami turun langsung untuk memperjuangkan hak teman-teman pekerja,” ujarnya.

Dalam aksinya, buruh menuntut perusahaan membayar hak lembur pekerja yang tetap diwajibkan masuk saat hari libur nasional. Massa menilai pekerja hanya menerima bayaran normal tanpa tambahan upah lembur.

Selain isu lembur, demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap dugaan intimidasi pekerja, praktik union busting atau pelemahan serikat pekerja, hingga dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) berkedok pengunduran diri.

Sorotan lain diarahkan pada kondisi sopir distribusi yang disebut menghadapi tekanan target pengiriman barang. Menurut Hasan, para driver dituntut menyelesaikan distribusi tepat waktu dengan risiko tinggi di lapangan.

“Ketika terjadi masalah di perjalanan, sopir justru diminta mengganti kerugian sepenuhnya,” katanya.

Massa aksi juga mendirikan tenda perjuangan di depan area perusahaan sebagai bentuk kesiapan bertahan hingga tuntutan dipenuhi.

“Kami sudah siap bertahan. Kalau hari ini selesai, kami pulang. Tapi kalau perusahaan tetap tidak mau mendengar, kami akan menginap di sini dan melanjutkan aksi sampai ada kejelasan,” tegas Hasan.

Hingga Selasa siang, proses mediasi antara perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. (*) 

×
Berita Terbaru Update