Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Terjadi Ledakan Sumur Bor Ilegal di Lahan Arpan, Polisi Dalami Kasus

Friday, June 12, 2026 | June 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T16:10:54Z


MUBA – Sebuah insiden yang diduga berasal dari aktivitas sumur bor minyak ilegal (illegal drilling) dilaporkan terjadi di lahan yang disebut-sebut milik Arpan di Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (12/6) sekitar pukul 16.00 WIB.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ledakan tersebut disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah terdapat korban jiwa maupun kerugian materi akibat peristiwa tersebut.



Aktivitas illegal drilling sendiri selama ini menjadi sorotan berbagai kalangan karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta merusak lingkungan. Warga berharap aparat penegak hukum bertindak cepat untuk memastikan penyebab kejadian dan menindak pihak-pihak yang terlibat apabila terbukti melanggar hukum.



Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Polsek Sanga Desa terkait peristiwa tersebut akhirnya mendapatkan tanggapan. Pihak Polsek Sanga Desa menyampaikan bahwa saat ini kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan.



"Untuk saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan petugas telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan kembali," ujar pihak Polsek Sanga Desa saat dikonfirmasi.


Meski demikian, masyarakat berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional agar penyebab pasti kejadian dapat segera diketahui. Selain itu, aparat penegak hukum juga didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengeboran minyak ilegal yang diduga masih marak terjadi di wilayah Kecamatan Sanga Desa.



Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendalaman terkait dugaan ledakan tersebut. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memuat informasi lanjutan setelah adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

×
Berita Terbaru Update