JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Jombang, Mauduah binti Sa’i, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya selama menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Ilham Rohim, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, almarhumah merupakan anggota Kloter 63 yang berasal dari Dusun Plengkung RT 1 RW 7, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto.
“Benar, kami menerima laporan bahwa salah satu jemaah haji asal Jombang atas nama Ibu Mauduah binti Sa’i telah wafat di Tanah Suci setelah menjalani perawatan medis,” ujar Ilham Rohim saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data yang diterima Kemenag Jombang, Mauduah lahir pada 12 Mei 1968 dan berangkat haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muslimat. Selama menjalankan ibadah haji, kondisi kesehatannya terus mendapat perhatian petugas kesehatan dan pendamping haji.
Ilham menjelaskan, sekitar sepekan setelah tiba di Makkah, almarhumah mengalami gangguan kesehatan serius sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz. Di rumah sakit tersebut, Mauduah sempat menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum kondisinya berangsur stabil dan dipindahkan ke ruang rawat biasa.
Namun, setelah pelaksanaan puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kondisi kesehatannya kembali menurun. Almarhumah kemudian dirujuk ke Saudi National Hospital untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Setelah Armuzna, beliau kembali dirawat di rumah sakit dan masuk ICU karena kondisi kesehatannya memburuk,” terang Ilham.
Dari hasil pemeriksaan medis, Mauduah diketahui menderita meningitis dan pneumonia dengan kondisi yang tergolong berat. Penyakit tersebut menyebabkan almarhumah harus mendapatkan pengawasan dan penanganan intensif dari tim medis Arab Saudi.
Karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah secara langsung, pelaksanaan hajinya dibadalkan sesuai ketentuan yang berlaku bagi jemaah yang mengalami sakit berat.
Meski telah mendapatkan perawatan maksimal dari tenaga medis, Mauduah akhirnya mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci. Kabar wafatnya almarhumah telah disampaikan kepada keluarga di Jombang melalui petugas haji dan pihak terkait.
Ilham Rohim menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya jemaah tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
“Kami turut berduka cita. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” tuturnya.
Dengan wafatnya Mauduah binti Sa’i, daftar jemaah haji asal Jombang yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah pada musim haji tahun 2026. Pemerintah melalui petugas haji memastikan seluruh hak almarhumah sebagai jemaah haji tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. (brown)
