Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kawasan Industri Utara Brantas Mulai Bergerak, Jombang Bersiap Menyambut Investasi Besar dan Ribuan Lapangan Kerja

Monday, June 15, 2026 | June 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T14:57:36Z


JOMBANG, POPULARITAS NEWS
– Rencana besar pengembangan Kawasan Industri Utara Brantas di Kecamatan Kabuh dan Ngusikan mulai menunjukkan tanda-tanda nyata. Setelah sekian lama berada pada tahap perencanaan, dua pengembang yang dipercaya menggarap kawasan seluas sekitar 800 hektare tersebut kini mulai mempersiapkan infrastruktur dasar berupa akses jalan menuju lokasi kawasan industri.


Langkah pembangunan akses jalan ini menjadi penanda bahwa proyek yang digadang-gadang sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru Jombang mulai memasuki fase realisasi. Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi yang akan ditimbulkan, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja hingga bertambahnya pendapatan daerah.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang Hartono menjelaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama sebelum aktivitas pembangunan kawasan industri dapat dilakukan secara penuh.


Kepala Beperida Jombang, Hartono

“Informasi terakhir yang kami terima, mereka sedang berproses untuk membangun jalan atau akses jalannya,” ujarnya.


Dua perusahaan yang akan mengembangkan kawasan tersebut adalah PT Intiland yang mengelola sekitar 500 hektare lahan dan PT Java Fortis yang mengembangkan sekitar 300 hektare. Masing-masing perusahaan menyiapkan akses masuk sendiri menuju kawasan yang akan mereka bangun.


Menurut Hartono, PT Java Fortis bahkan disebut telah memulai aktivitas awal pembangunan akses jalan. Infrastruktur tersebut nantinya akan terhubung dengan ruas Jalan Kabuh–Tapen yang menjadi jalur utama penunjang mobilitas kawasan industri.


Di balik pembangunan akses jalan tersebut, tersimpan potensi ekonomi yang sangat besar bagi Kabupaten Jombang. Berdasarkan pengalaman pengembangan kawasan industri di sejumlah daerah di Jawa Timur, investasi yang masuk dalam kawasan seluas ratusan hektare dapat mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah secara bertahap, tergantung jenis industri yang nantinya beroperasi.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Bayu Pancoroadi menegaskan bahwa proyek tersebut akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan investasi daerah.


“Paling tidak membantu perekonomian di Jombang, khususnya di wilayah sekitar kawasan industri,” katanya.


Kepala DPMPTSP: Bayu Poncoardi (kiri) 

Selain mendatangkan investasi baru, kawasan industri juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan luasan mencapai 800 hektare, kawasan tersebut berpotensi menjadi rumah bagi puluhan perusahaan manufaktur, logistik maupun industri pendukung lainnya. Jika mengacu pada rasio kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri sejenis, jumlah pekerja yang terserap dapat mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang dalam jangka panjang.


Potensi tersebut menjadi kabar baik bagi wilayah Utara Brantas yang selama ini dikenal lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian dan usaha mikro. Kehadiran kawasan industri diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Jombang.


Dari sisi keuangan daerah, masuknya investasi berskala besar juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain melalui pajak dan retribusi daerah yang timbul dari aktivitas usaha, efek berganda ekonomi (multiplier effect) diperkirakan akan mendorong tumbuhnya sektor perdagangan, jasa, transportasi, perumahan, hingga usaha kecil yang menopang kebutuhan para pekerja dan perusahaan.


Namun demikian, pembangunan kawasan industri seluas 800 hektare juga menuntut perhatian serius terhadap aspek lingkungan dan tata ruang. Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta memenuhi persyaratan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).


Kajian lingkungan menjadi penting mengingat kawasan yang akan dikembangkan selama ini sebagian besar merupakan lahan yang berada di wilayah pedesaan dan pertanian. Pengelolaan sumber daya air, sistem drainase, pengendalian limbah industri, hingga mitigasi dampak sosial terhadap masyarakat sekitar harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan.


Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa proyek strategis ini harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Sebab keberhasilan sebuah kawasan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup.


Dengan mulai bergeraknya pembangunan akses jalan oleh PT Intiland dan PT Java Fortis, harapan lahirnya episentrum ekonomi baru di wilayah Utara Brantas semakin mendekati kenyataan. Kini publik menanti sejauh mana proyek tersebut mampu menjawab ekspektasi besar masyarakat Jombang terhadap investasi, lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan di masa mendatang. (brown) 

×
Berita Terbaru Update