Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polisi Turun ke Sawah, Ketahanan Pangan Tak Bisa Hanya Diserahkan kepada Petani

Tuesday, June 16, 2026 | June 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T07:29:42Z


KUNINGAN, POPULARITAS NEWS
– Ketahanan pangan bukan sekadar urusan petani. Di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat, seluruh elemen bangsa dituntut ikut terlibat. Semangat itulah yang terlihat saat personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, bergotong royong mengolah lahan yang akan ditanami jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Tahun 2026.


Di lahan pertanian Desa Cibulan, para anggota kepolisian tidak datang sebagai tamu seremonial. Mereka turun langsung ke lapangan bersama petani membersihkan lahan, menggemburkan tanah, dan menyiapkan bedengan untuk proses penanaman. Aktivitas sederhana tersebut memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar kerja bakti biasa.


Di saat banyak pihak berbicara tentang ketahanan pangan dalam forum-forum resmi, kegiatan di Desa Cibulan menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pangan harus dimulai dari kerja nyata di tingkat akar rumput. Lahan yang siap tanam hari ini merupakan investasi bagi ketersediaan pangan masyarakat beberapa bulan mendatang.


Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, mengatakan keterlibatan anggotanya merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya sebatas menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bersama masyarakat. Kami mendukung para petani dalam mempersiapkan lahan agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat," ujarnya.


Dari sudut pandang kemanfaatan, langkah tersebut patut diapresiasi. Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi pertanian, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antarunsur masyarakat. Ketika petani mendapatkan dukungan moral maupun tenaga dari berbagai pihak, semangat untuk mengelola lahan dan meningkatkan hasil panen menjadi lebih besar.


Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam sistem pangan nasional. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga dibutuhkan sebagai bahan baku pakan ternak yang selama ini menjadi penopang sektor peternakan. Peningkatan produksi jagung di tingkat daerah secara langsung akan membantu menjaga stabilitas pasokan dan menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.


Perwakilan Kelompok Tani Desa Cibulan menyambut baik keterlibatan Sat Lantas Polres Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan.


Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Ketahanan pangan bukan hanya soal bibit, pupuk, dan lahan, tetapi juga tentang kepedulian bersama untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.


Jika sinergi seperti ini terus dikembangkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat musim tanam berlangsung. Hasil panen yang optimal akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, perputaran ekonomi desa, serta memperkuat kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Pada akhirnya, ketahanan pangan yang kuat akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dan kemandirian bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.


Jurnalis: Supriyanto

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update