Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bandara Dhoho Kediri Disiapkan Jadi Embarkasi Haji Baru, Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya Bakal Berkurang

Sunday, July 5, 2026 | July 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-04T22:44:45Z

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf,  Dalam Press Conference di Asrama Haji Sukolilo, Kamis (2/7/2026). 


SURABAYA, POPULARITAS NEWS – Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Setelah operasional haji 2026 resmi berakhir, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan rencana mengaktifkan Bandara Dhoho Kediri sebagai bandara operasional penerbangan haji.


Langkah tersebut diproyeksikan menjadi solusi atas tingginya beban pelayanan di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo dan Embarkasi Surabaya yang selama ini menjadi pintu utama keberangkatan jemaah haji dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.


"Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri," ujar Irfan kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (2/7/2026).


Menurutnya, Bandara Dhoho memiliki infrastruktur yang memadai untuk melayani penerbangan internasional, termasuk pesawat berbadan lebar yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji menuju Arab Saudi.


"Kedua, untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya, juga mengurangi beban Bandara Juanda yang sangat-sangat padat," katanya.


Selama musim haji 2026, Embarkasi Surabaya menjadi salah satu embarkasi tersibuk di Indonesia dengan memberangkatkan sebanyak 116 kelompok terbang (kloter). Ribuan petugas harus bekerja hampir tanpa jeda selama lebih dari satu bulan penuh untuk melayani proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah.


Bahkan, tingginya intensitas pekerjaan berdampak pada kondisi kesehatan petugas.


"Asrama Haji ini hampir tidak pernah istirahat, enggak pernah berhenti. Kepala UPT sempat tumbang masuk rumah sakit juga, karena intensitas yang luar biasa," ungkap Irfan.


Karena itu, pemerintah berencana mengalihkan sebagian kloter keberangkatan dari wilayah barat dan selatan Jawa Timur melalui Bandara Dhoho Kediri apabila seluruh persyaratan operasional telah terpenuhi.


"Insyaallah nanti kita akan kurangi sebagian diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," tambahnya.


Bandara Dhoho sendiri merupakan bandara komersial yang beroperasi di Kabupaten Kediri dan menjadi salah satu proyek strategis di Jawa Timur. Keberadaannya selama ini diproyeksikan membuka akses transportasi udara bagi kawasan eks-Karesidenan Kediri, Madiun hingga sebagian Jawa Tengah bagian selatan.


Apabila ditetapkan sebagai bandara operasional haji, masyarakat dari wilayah Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi dan sekitarnya tidak lagi harus menempuh perjalanan darat menuju Surabaya sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Hal tersebut diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan kenyamanan calon jemaah.


Selain mendukung pelayanan haji, optimalisasi Bandara Dhoho juga diyakini akan meningkatkan utilisasi bandara yang selama ini masih berupaya memperluas jaringan penerbangan reguler serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Mataraman.


Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah memastikan seluruh rangkaian operasional pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 telah selesai. Kloter terakhir Debarkasi Surabaya, yakni kloter 116, telah tiba di Tanah Air. Secara nasional, proses pemulangan jemaah ditutup dengan tibanya kloter terakhir di Debarkasi Makassar pada Rabu (1/7/2026).


Berakhirnya penyelenggaraan haji tahun ini menjadi awal evaluasi menyeluruh bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya. Salah satu fokusnya ialah pemerataan titik keberangkatan melalui optimalisasi bandara-bandara yang memenuhi standar internasional.


"Dengan demikian maka operasional haji di seluruh Indonesia saya nyatakan selesai. Dan kita akan segera dan sudah menyiapkan operasional haji untuk tahun 2027," pungkas Irfan.


Apabila rencana tersebut terealisasi, Bandara Dhoho berpeluang menjadi embarkasi haji baru di Jawa Timur yang tidak hanya mengurangi kepadatan di Juanda, tetapi juga memperluas akses layanan haji bagi jutaan masyarakat di wilayah barat provinsi tersebut.(Red) 


Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update