![]() |
| Suasana rapata audiensi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra di ruang kerja Menteri Desa PDT, Yandri Susanto (31/8/2026) | Foto: Humas Kemendes |
MOJOKERTO, POPULARITAS NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2027. Perhelatan berskala nasional tersebut tidak hanya diarahkan menjadi seremoni, tetapi juga dikemas melalui rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, rangkaian kegiatan menuju puncak Hari Desa Nasional 2027 direncanakan mulai digelar pada November hingga Desember 2026.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain pasar murah, pameran produk UMKM, pelayanan administrasi kependudukan, pengobatan gratis, serta hiburan rakyat yang ditempatkan di sejumlah wilayah kecamatan.
“Pesan dari Bapak Bupati, kegiatan ini harus benar-benar menjadi hiburan rakyat yang menyenangkan. Masyarakat bisa menikmati pameran UMKM, pasar murah, dan berbagai hiburan selama sepuluh hari penuh di titik-titik yang telah ditentukan,” kata Teguh, Jum'at (25/9/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam beberapa gelombang. Pada November 2026, kegiatan dijadwalkan berlangsung selama sekitar 10 hari di wilayah seperti Kecamatan Dlanggu. Selanjutnya, kegiatan serupa direncanakan kembali digelar pada Desember di wilayah lain, termasuk Kecamatan Kutorejo.
Konsep tersebut disiapkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan momentum perhelatan nasional tersebut.
Untuk puncak Hari Desa Nasional pada Januari 2027, Pemkab Mojokerto menyiapkan Lapangan Pacing, Kecamatan Bangsal, sebagai salah satu lokasi yang direncanakan menjadi pusat kegiatan.
Namun, Teguh menegaskan bahwa lokasi dan teknis pelaksanaan tersebut belum sepenuhnya final. Pemkab masih melakukan pematangan bersama panitia pusat dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
“Ini spot-spot yang kita siapkan, tetapi ini bisa berubah karena persiapan sampai saat ini masih terus berlangsung dan kita matangkan dengan panitia pusat ataupun Kementerian Desa,” ujarnya.
Pemkab Mojokerto memperkirakan perhelatan tersebut dapat dihadiri sekitar 50 ribu peserta dan perwakilan desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Besarnya jumlah peserta itu diharapkan tidak hanya berdampak pada pelaksanaan acara, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat Mojokerto. Sektor UMKM, pariwisata, perhotelan, serta berbagai usaha masyarakat diproyeksikan ikut bergerak selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam persiapannya, Pemkab juga mengusung konsep kearifan lokal dengan melibatkan mitra penyedia pameran. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti panggung utama, pencahayaan, tata suara, hingga ratusan tenda untuk pelaku UMKM, turut dipersiapkan.
“Kami ingin memastikan persiapan ini berjalan matang demi suksesnya perhelatan Hari Desa Nasional 2027. Mari kita sambut ajang ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Teguh.
Kabupaten Mojokerto sebelumnya telah ditunjuk sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2027 oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Penunjukan tersebut antara lain dikaitkan dengan potensi budaya, wisata, dan perkembangan desa yang dimiliki Kabupaten Mojokerto, (Red).
Penulis: Brown
Redaksi: Popularitas News
© Copyright 2026
