Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Masjid RSUD Jombang Rp3,72 Miliar Dikebut, Progres Capai 25 Persen

Monday, September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T09:32:25Z


JOMBANG, POPULARITAS NEWS
— Pembangunan masjid di lingkungan RSUD Kabupaten Jombang senilai Rp3,72 miliar yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jombang terus dikebut. Hingga pertengahan September 2026, progres fisik proyek dilaporkan mencapai sekitar 25 persen, sementara kontraktor telah mengajukan pencairan termin pertama.


Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) RSUD Jombang, Saean Efendi, mengatakan sejumlah pekerjaan konstruksi tengah digenjot untuk meningkatkan capaian fisik proyek.


“Pengecoran dek khusus untuk area kamar mandi dan tempat wudu direncanakan berlangsung hari ini. Sementara itu, pengecoran dek lantai dua ditargetkan rampung pada Kamis atau Jumat pekan ini,” kata Saean, Senin (14/9/2026).


Menurut Saean, penyelesaian pekerjaan pengecoran tersebut diperkirakan mendorong progres fisik proyek hingga berada di kisaran 30–40 persen.


Proyek dengan nilai kontrak Rp3.720.604.800 itu dikerjakan CV Gapura Lentera Agung. Pengawasan proyek dilakukan CV Karya Sejahtera Konsultan, sedangkan perencanaan ditangani CV Media Prima Konsultan.


Proyek tersebut memiliki masa kontrak lima bulan dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.


Pada tahap awal, pengerjaan sempat menghadapi kendala teknis saat pembangunan fondasi menggunakan metode strauss. Kondisi tanah yang cenderung berpasir membuat proses pengeboran fondasi sedalam empat meter berjalan lebih lambat dari target.



“Dari target awal 10 lubang per hari, pekerja hanya mampu menyelesaikan lima lubang karena butuh penanganan ekstra dan alat khusus. Hal ini sempat memicu deviasi minus tiga persen,” ujar Saean.


Meski demikian, Saean menyebut deviasi tersebut masih dalam batas aman. Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, Show Cause Meeting (SCM) dilakukan ketika tingkat keterlambatan pekerjaan mencapai batas tertentu, yakni minus 10 persen.


Untuk mengejar target penyelesaian, kontraktor menerapkan jam kerja hingga malam hari. Pekerjaan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 22.00 WIB, dengan sekitar 30–35 tenaga kerja. Tim pelaksana juga disiapkan untuk mendukung pekerjaan selama 24 jam.


“Secara keseluruhan, kinerja kontraktor sangat baik mulai dari permodalan, pengadaan material, koordinasi, hingga kesiapan tim di lapangan,” kata Saean.


Sementara itu, manajemen RSUD Jombang memastikan aktivitas pembangunan tidak mengganggu pelayanan medis maupun kenyamanan pasien.


Area proyek telah diisolasi menggunakan pembatas seng dan banner yang berfungsi menahan debu. Jalur keluar-masuk kendaraan pengangkut material juga dialihkan melalui akses belakang rumah sakit sehingga tidak bercampur dengan jalur pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung, (Red) 


Penulis: Ronny Brown

Redaksi: PopularitasNews.com

© Copyright POPULARITAS NEWS 2026

×
Berita Terbaru Update