JOMBANG - POPULARITAS NEWS | Pemerintah Kabupaten Jombang terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat dengan melakukan verifikasi lapangan terhadap calon peserta didik.
Dari 100 siswa yang telah ditetapkan (50 SMP dan 50 SMA), proses penetapan akhir calon peserta didik baru kini tengah berlangsung.
Untuk memastikan program tepat sasaran Setdakab Agus Purnomo S.H, M.Si pimpin langsung kunjungan home visit. Turut mendampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, AP., M.E., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dra. Wor Windari, M.Si. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Jombang, Warsubi. Para calon siswa Sekolah Rakyat yang dikunjungi secara acak.
Seperti diketahui, Kabupaten Jombang merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota se Jawa Timur dari total 100 Sekolah Rakyat se-Indonesia yang terpilih untuk melaksanakan penerimaan murid baru di tahun 2025. Para peserta didik dijadwalkan akan mulai masuk asrama pada 15 Juli 2025 mendatang.
Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan keluarga untuk sistem boarding school sekligus memastikan calon peserta didik yang terpilih benar-benar tepat sasaran.
Agus Purnomo menuturkan, siswa yang terpilih memiliki komitmen kuat untuk mengikuti semua program Sekolah Rakyat. “Kami ingin memastikan anak-anak dan orang tua mereka siap dengan sistem boarding school atau asrama yang akan diterapkan, serta mematuhi segala peraturan yang ada,” tutur Agus
Sekda Agus mengunjungi lima siswa yang tersebar di Kecamatan Gudo dan Diwek. Berikut nama kelima siswa yang mendapatkan kunjungan jelang berlangsungnya Sekolah Rakyat.
1. Hani Salma dari MI Miftahul Ulum Desa Kedawong, Kecamatan Diwek2)
2. Wigid Juliansyah dari SDN Sukoiber 2, Desa Mentaos, Kecamatan Gudo3)
3. Mochammad Fikrul M. dari SDN Sukoiber 2, Desa Mentaos, Kecamatan Gudo4)
4. Wahyu Yeyen Setianingsih dari SDN Sukopinggir, Gudo5)
5. Iffah Nur Qolbia dari SMPN I Diwek
Sementara itu, Pemkab Jombang juga telah menetapkan rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang ditargetkan rampung dan mulai digunakan pada tahun 2026.