JOMBANG, PopularitasNews.com – Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas seleksi jabatan. Memasuki babak baru Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) 2026, panitia memutuskan untuk memberikan ruang lebih luas bagi para ASN potensial, khususnya untuk posisi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
Hingga batas penutupan awal pada Jumat (20/2/2026), tercatat dinamika yang menarik: dari 28 aparatur yang telah mengaktifkan akun pendaftaran, baru 10 orang yang menuntaskan proses submisi hingga tahap final. Fenomena ini terlihat jelas pada formasi Kadis Perkim yang saat ini baru mencatatkan satu pelamar dari unsur kewilayahan (Camat).
Menanggapi rendahnya angka pendaftar di instansi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang sekaligus Ketua Pansel, Agus Purnomo, memberikan pandangan yang meneduhkan. Beliau menegaskan bahwa pilihan untuk melamar adalah hak prerogatif setiap individu yang didasari pada kesiapan mental dan profesionalisme masing-masing.
Agus juga menepis spekulasi mengenai adanya tekanan politik atau intervensi yang membayangi proses seleksi ini.
"Tidak ada relevansi antara seleksi ini dengan unsur politik. Justru minimnya pendaftar saat ini menjadi bukti konkret bahwa tidak ada pemaksaan dari pihak mana pun. Semua berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku (on the track)," jelas Agus saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Demi memastikan setiap posisi diisi oleh sosok yang benar-benar kompeten melalui kompetisi yang sehat, Pansel resmi memperpanjang masa pendaftaran selama tujuh hari kerja khusus untuk formasi yang belum memenuhi kuota minimal empat pelamar.
"Kami ingin memberikan kesempatan yang adil. Untuk posisi lain rata-rata sudah terpenuhi dengan jumlah pendaftar yang cukup ideal, yakni antara empat hingga delapan orang," tambah mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Pansel menjamin bahwa seluruh proses ini dilakukan secara transparan tanpa dipungut biaya apa pun. Identitas para pelamar pun tetap dijaga kerahasiaannya untuk melindungi privasi dan integritas kandidat, hingga nantinya diumumkan secara terbuka saat memasuki tahap tiga besar terbaik.
Melalui langkah ini, Pemkab Jombang berharap dapat melahirkan kepemimpinan yang berintegritas demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
(brown)
