JOMBANG, PopularitasNews.com – Misteri penemuan dua jasad perempuan di lubang bekas asrama Polri Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, akhirnya mulai terkuak. Polisi kini mengantongi identitas kuat korban yang diduga merupakan pasangan ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk.
Bagaimana kronologi awal hingga kasus memilukan ini mencuat ke publik? Berikut rangkuman lengkapnya:
1. Temuan Mengerikan di Balik Puing Bangunan
Tragedi ini bermula pada Rabu (25/2) siang. Warga Desa Rejoagung mendadak gempar setelah menemukan dua sosok mayat perempuan tergeletak di dalam lubang puing bangunan bekas asrama polisi yang sudah lama terbengkalai.
Kondisi kedua jasad sangat memprihatinkan dengan luka bakar yang membuat kulit mereka mengelupas. Di dekat lokasi, polisi juga mengamankan sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat sebagai bahan bakar minyak (BBM).
2. Motor Yamaha Vega Jadi Petunjuk Emas
Tim Satreskrim Polres Jombang langsung bergerak cepat melakukan olah TKP. Petugas menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di sekitar lokasi kejadian. Kendaraan inilah yang menjadi kunci utama polisi dalam melacak identitas korban.
Setelah menelusuri pelat nomor tersebut, polisi berhasil menemukan seorang pria asal Nganjuk yang mengaku sebagai pemilik motor sekaligus suami dari korban dewasa.
3. Laporan Orang Hilang Dua Hari Sebelumnya
Berdasarkan keterangan suami korban, sang istri ternyata sudah meninggalkan rumah sejak dua hari sebelum penemuan mayat.
"Dua hari sebelumnya, suami ini melaporkan orang hilang. Istrinya meninggalkan rumah pagi hari bersama anaknya dengan mengendarai motor tersebut," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander.
Pihak keluarga membenarkan bahwa motor Yamaha Vega yang ditemukan polisi adalah motor yang korban bawa saat berpamitan pergi.
4. Kendala Identifikasi Ilmiah
Meski petunjuk lapangan sudah mengarah kuat pada ibu dan anak asal Nganjuk, polisi masih menemui kendala teknis. Kerusakan pada kulit akibat api membuat alat identifikasi gagal membaca sidik jari korban.
"Sampai saat ini jenazah belum berhasil kami identifikasi secara ilmiah karena beberapa sidik jari sudah rusak," jelas AKP Dimas.
5. Langkah Alternatif: Uji DNA dan Pakaian
Polisi kini menyiapkan langkah alternatif untuk memastikan identitas secara absolut. Jika sidik jari tetap tidak terbaca, tim forensik akan melakukan uji DNA atau mencocokkan data antemortem korban.
Selain itu, penyidik akan memperlihatkan pakaian terakhir yang menempel pada jasad kepada pihak suami. "Kalau suami menyatakan benar, maka dugaan bahwa itu istri dan anaknya semakin menguat," tambahnya.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi yang berlangsung sejak Rabu malam untuk menentukan penyebab pasti kematian. Keberadaan botol BBM di lokasi juga menjadi fokus penyelidikan guna mengungkap apakah ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini, (brown).

