Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nama Oknum TNI YD Disebut di Balik Bisnis Angkutan Minyak Ilegal Babat Toman – Martapura, Aparat Diminta Bertindak

Friday, March 6, 2026 | March 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-06T06:09:23Z


Musi Banyuasin – Aktivitas pengangkutan minyak hasil penyulingan ilegal (illegal refinery) dari wilayah Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, kembali terendus. Kali ini, nama seorang oknum anggota TNI berinisial YD disebut-sebut berada di balik bisnis pengangkutan minyak ilegal tersebut.


Fakta ini terungkap dari hasil investigasi gabungan awak media bersama LSM yang menemukan sebuah mobil truk kuning bernopol BG 8461 IA melintas di jalur Sekayu – PALI, Kamis (5/3/2026). Truk tersebut diduga mengangkut minyak hasil penyulingan ilegal dari Babat Toman yang rencananya akan dibawa menuju Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).


Saat dihentikan dan dikonfirmasi oleh awak media, sopir truk yang mengaku bernama Yogi secara terbuka menyebut bahwa minyak yang diangkutnya berasal dari Babat Toman dan akan dikirim ke Martapura. Ia juga menyebut bahwa mobil tersebut merupakan milik seorang oknum TNI berinisial YD.


“Dari Babat Toman, Pak. Minyak ini mau dibawa ke Martapura. Mobilnya cuma satu ini, punya Pak Yuda,” ungkap Yogi kepada awak media.


Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya jaringan pengangkutan minyak ilegal yang diduga melibatkan oknum aparat.


Saat awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada YD melalui sambungan telepon sopir, yang bersangkutan justru mengakui adanya mobil yang mengangkut minyak tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa kegiatan itu dilakukan untuk mencari rezeki dan mengklaim telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.


“Cuma satu mobil itu saja. Kita sama-sama cari rezeki. Saya juga sudah koordinasi dengan Polres,” ujar YD.


Pernyataan ini memicu tanda tanya besar. Pasalnya, aktivitas illegal refinery dan pengangkutan minyak ilegal selama ini menjadi salah satu persoalan serius di wilayah Musi Banyuasin yang kerap menimbulkan kebakaran, pencemaran lingkungan, serta kerugian negara.


Jika benar melibatkan oknum aparat, praktik ini dinilai sangat memprihatinkan karena tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memberi “perlindungan” terhadap bisnis minyak ilegal yang selama ini sulit diberantas.


Aktivis dan masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum serta institusi TNI untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keterlibatan oknum tersebut.


“Jika benar ada oknum aparat yang bermain di bisnis minyak ilegal, ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegas salah satu aktivis yang ikut dalam investigasi tersebut.


Kasus ini pun menambah daftar panjang dugaan praktik mafia minyak ilegal di wilayah Musi Banyuasin yang hingga kini dinilai belum tersentuh secara serius oleh aparat penegak hukum.

×
Berita Terbaru Update